
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), anak perusahaan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), telah resmi menjadi anggota International Copper Association (ICA), sebuah organisasi global yang berdedikasi untuk memajukan industri tembaga. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok mineral strategis dunia, seiring dengan meningkatnya permintaan tembaga yang krusial untuk elektrifikasi dan transisi energi global. AMMAN menjadi anggota pertama dari Asia Tenggara dalam ICA, sebuah forum bergengsi yang menyatukan 39 perusahaan dari enam benua, mewakili lebih dari 50 persen produksi tembaga dunia. Keanggotaan ini memberikan AMMAN platform untuk berkontribusi pada diskusi global mengenai arah pengembangan industri tembaga dan keberlanjutan sektor pertambangan.
Naveen Chandralal, Direktur AMMAN, menekankan bahwa keanggotaan ini merupakan hasil dari transformasi strategis perusahaan di sepanjang rantai nilai tembaga. "Sebagai anggota ICA pertama dari Asia Tenggara, kami dapat membawa perspektif unik Indonesia ke dalam diskusi global mengenai masa depan tembaga," ujar Naveen. "Keanggotaan ini menjadi wadah penting untuk berbagi praktik terbaik, terlibat dalam prioritas keberlanjutan, dan berkolaborasi dengan anggota ICA lainnya demi memenuhi permintaan tembaga dunia yang terus meningkat."
Steven Rowland, Ketua ICA, dan Juan Ignacio Diaz, CEO ICA, menyambut hangat bergabungnya AMMAN, melihatnya sebagai penguatan kolaborasi global dalam industri tembaga. Mereka mengapresiasi fokus AMMAN pada pengembangan teknologi pertambangan yang inovatif, yang dinilai mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat peran tembaga dalam ekonomi global yang terus berkembang.
Bergabungnya AMMAN ke dalam ICA sejalan dengan transformasi operasional perusahaan yang kini telah bertransformasi menjadi entitas tambang terintegrasi dari hulu ke hilir. Hal ini termasuk pengoperasian fasilitas peleburan dan pemurnian logam mulia baru, yang semakin memperkuat posisi AMMAN dalam rantai nilai tembaga, dari tahap produksi hingga pengolahan akhir. Selama sembilan tahun terakhir, AMMAN telah mengedepankan inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, sembari menerapkan praktik tata kelola, keselamatan kerja, keberlanjutan, dan keragaman yang sesuai dengan standar global.
Keanggotaan AMMAN di ICA menegaskan posisi Indonesia yang semakin penting dalam ekosistem mineral kritis. Mineral ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya elektrifikasi kendaraan dan transisi menuju sumber energi yang lebih bersih di seluruh dunia. Dengan demikian, AMMAN tidak hanya memperkuat posisinya sebagai perusahaan tambang terkemuka, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap agenda global untuk masa depan energi berkelanjutan. Keterlibatan AMMAN dalam ICA membuka peluang lebih luas bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam menentukan arah masa depan industri tembaga global dan memastikan ketersediaan mineral strategis untuk kebutuhan dunia.











