Target Ekonomi 8% 2029: Prabowo Ungkap Strategi Fiskal & Moneter

Budi Santoso

Target Ekonomi 8% 2029: Prabowo Ungkap Strategi Fiskal & Moneter

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah menetapkan target ambisius untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, dengan sasaran utama mencapai 8 persen pada tahun 2029. Target ini tidak hanya sekadar angka, melainkan fondasi strategis untuk ekspansi ekonomi yang lebih tinggi di akhir dekade ini, disertai dengan proyeksi fiskal yang matang, pengendalian inflasi yang ketat, serta stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga.

Dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kompleks DPR RI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo Subianto memaparkan secara rinci mengenai strategi pencapaian target tersebut. "Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen di tahun 2027, sebagai tahap krusial menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai harus tercermin secara nyata dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.

Untuk mendukung target pertumbuhan tersebut, pemerintah telah merancang kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Pendapatan negara ditargetkan berada pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dana yang terkumpul ini akan dialokasikan secara prioritas untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dicanangkan pemerintah.

Sementara itu, belanja negara diproyeksikan mencapai 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB. Dengan mempertimbangkan pendapatan dan belanja negara, defisit APBN 2027 dipatok sekitar 1,80 persen hingga 2,40 persen dari PDB. Angka defisit ini masih berada di bawah batas maksimal tiga persen yang ditetapkan oleh undang-undang, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal. "Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit," tegas Prabowo, menggarisbawahi pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran.

Baca Juga :  Produksi Sumur Minyak Rakyat Melonjak, Target 20.000 BOPD

Selain aspek fiskal, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada pengendalian inflasi. Sasaran inflasi pada tahun 2027 ditetapkan pada kisaran 2,5 persen plus minus satu persen, sama dengan target inflasi tahun berjalan. Stabilitas harga merupakan faktor krusial yang dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menjadi penopang utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dari sisi asumsi makro energi, yang merupakan salah satu sektor vital bagi perekonomian, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan akan berada dalam rentang 70 dolar AS hingga 95 dolar AS per barel. Untuk produksi minyak bumi, target lifting ditetapkan sekitar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, sementara lifting gas ditargetkan pada kisaran 934 ribu hingga 977 ribu barel per hari.

Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, pemerintah juga menetapkan target imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pada kisaran 6,5 persen hingga 7,3 persen. Lebih lanjut, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa strategi fiskal dan moneter yang diterapkan haruslah strategis dan mampu menjaga nilai tukar tetap stabil terhadap mata uang dunia. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi komprehensif pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Baca Juga :  Baja Impor Murah Hantam Krakatau Osaka Steel, Industri Nasional Merugi

Also Read

Tinggalkan komentar