Brantas Abipraya Percepat Proyek Pengendalian Banjir Daan Mogot

Budi Santoso

Brantas Abipraya Percepat Proyek Pengendalian Banjir Daan Mogot

PT Brantas Abipraya (Persero) tengah gencar mempercepat pembangunan Sistem Tata Air Pompa Daan Mogot, sebuah inisiatif krusial yang dirancang untuk memperkuat lini pertahanan Jakarta Barat terhadap ancaman banjir. Proyek strategis yang digarap untuk Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta ini melibatkan pembangunan empat unit rumah pompa baru yang berlokasi di titik Depag, KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Tidak hanya itu, pembangunan ini juga mencakup pembuatan saluran pendukung yang vital serta sistem crossing utilitas di sepanjang koridor Jalan Daan Mogot yang padat aktivitas. Hingga memasuki minggu ke-20 pengerjaan, progres konstruksi proyek ini menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif, menandakan efektivitas manajemen dan pelaksanaan di lapangan.

Meskipun demikian, perusahaan tidak menutup mata terhadap potensi dampak negatif yang mungkin timbul akibat aktivitas konstruksi di area tersebut. Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan, khususnya terkait penyempitan badan jalan di beberapa titik pekerjaan. Kondisi ini, menurut Dian, adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari kegiatan pembangunan yang masif dan berorientasi pada peningkatan sistem pengendalian banjir di kawasan Daan Mogot dan wilayah sekitarnya yang kerap menjadi langganan genangan saat curah hujan tinggi.

Demi menjaga kelancaran dan keamanan area konstruksi, Brantas Abipraya telah menerapkan berbagai langkah mitigasi yang komprehensif. Pemasangan rambu-rambu sementara yang jelas, penggunaan traffic barrier untuk membatasi akses, serta penempatan petugas lapangan yang sigap di titik-titik strategis menjadi prioritas utama. Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan keamanan para pekerja dan kelancaran proses konstruksi, tetapi juga untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga :  Pertagas Operator Baru Pipa Gas Cisem II

Lebih lanjut, Dian Sovana menekankan komitmen Brantas Abipraya untuk terus berupaya meminimalkan dampak pekerjaan terhadap mobilitas masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui pengaturan area kerja yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Perusahaan memberikan perhatian khusus pada titik-titik pekerjaan yang berdekatan dengan akses utama masyarakat, memastikan bahwa gangguan terhadap aktivitas sehari-hari dapat ditekan seminimal mungkin.

Dalam kesempatan yang sama, Brantas Abipraya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat melintas di sekitar area proyek. Pengamatan terhadap rambu-rambu sementara dan kepatuhan terhadap arahan petugas lapangan sangat diharapkan. Perusahaan meyakini bahwa dukungan dan pengertian dari masyarakat merupakan elemen krusial yang akan berkontribusi besar terhadap kelancaran pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang sangat dibutuhkan ini.

Proyek pembangunan sistem tata air pompa ini memiliki cakupan yang luas, meliputi pembangunan rumah pompa dengan beragam kapasitas, pembuatan saluran gendong di sisi utara dan selatan dengan panjang mencapai sekitar dua kilometer, serta pembangunan saluran crossing di Jalan Raya Daan Mogot. Dengan kemajuan yang telah dicapai dan strategi mitigasi yang diterapkan, Brantas Abipraya optimis bahwa proyek ini akan rampung sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Seluruh proses pengerjaan akan terus mengedepankan standar kualitas konstruksi tertinggi, keselamatan kerja yang prima, serta kenyamanan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar area pekerjaan.

Baca Juga :  Bandara Siap Sambut Kepulangan Haji 2026

Also Read

Tinggalkan komentar