
Seiring dengan meningkatnya harga dan keterbatasan stok energi akibat dinamika global, penghematan energi menjadi langkah krusial. Kebiasaan ini tidak hanya meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan keberlanjutan pasokan energi nasional. PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi nasional terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi di tengah gejolak global. Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin, dalam acara PertaminaTalk menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan energi tanpa perlu panik, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dalam penghematan.
Menurut Ahmad, terdapat berbagai cara sederhana yang dapat diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari untuk menghemat energi. Salah satunya adalah mengoptimalkan kebijakan pemerintah terkait work from home (WFH) satu hari dalam seminggu. "Memastikan bahwa saat work from home, kita benar-benar bekerja dari rumah. Jika pada hari WFH justru digunakan untuk jalan-jalan atau keluar kota, maka itu tidak membantu penghematan energi," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan sangat bergantung pada implementasi yang tepat oleh masyarakat.
Selain itu, Ahmad menyarankan untuk memperbanyak penggunaan transportasi umum atau berbagi kendaraan (carpooling) bagi mereka yang memiliki tujuan searah. Inisiatif ini tidak hanya efektif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam menekan polusi udara. "Penggunaan transportasi publik yang lebih banyak akan sangat membantu, atau carpooling dengan teman-teman yang mungkin satu kompleks. Kita bisa menggunakan satu mobil bersama ke kantor daripada tiga atau empat mobil," terang Ahmad. Pilihan ini menawarkan solusi ganda, baik untuk efisiensi pribadi maupun dampak lingkungan yang lebih luas.
Sektor rumah tangga juga memiliki potensi besar dalam penghematan energi, terutama di dapur. Ahmad memberikan contoh praktis seperti memasak secara efisien untuk mengoptimalkan penggunaan LPG. "Jika biasanya memasak tiga kali sehari untuk makan pagi, siang, dan malam, mungkin bisa dipertimbangkan memasak sekali saja di pagi hari untuk kebutuhan siang dan malam. Itu juga bagian dari kontribusi kita dalam menggunakan energi secara bijak," tuturnya. Strategi ini mengajarkan bahwa penyesuaian kecil dalam rutinitas dapat memberikan dampak yang berarti.
Penghematan energi juga dapat dilakukan melalui efisiensi penggunaan listrik di rumah. Tindakan sederhana seperti mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan atau mengatur suhu pendingin ruangan (AC) agar tidak terlalu rendah dapat mengurangi beban konsumsi listrik secara drastis. "Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, mematikan listrik di ruangan yang tidak digunakan atau mengatur suhu AC tidak di 19 derajat, tetapi di 24 derajat," paparnya. Perubahan kebiasaan kecil ini, jika dilakukan secara kolektif, akan menghasilkan penghematan energi yang substansial.
Ahmad menegaskan bahwa meskipun pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG saat ini masih tersedia, penting untuk tetap melakukan mitigasi risiko. Hal ini terutama mengingat potensi ketidakpastian yang masih ada jika krisis di Timur Tengah tidak segera mereda. "Hal-hal tersebut bisa kita lakukan bersama. Meskipun BBM dan LPG saat ini masih tersedia, ada baiknya kita tetap memitigasi potensi risiko jika krisis di Timur Tengah tidak segera mereda," tandas Ahmad. Ajakan ini merupakan pengingat bahwa kewaspadaan dan tindakan preventif tetap diperlukan untuk menghadapi tantangan energi di masa depan.











