
BRI Research Institute dan Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris meluncurkan program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital bagi perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Peluncuran DEWY 3.0 merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan digital yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di berbagai daerah.
Pada fase sebelumnya, program ini telah menjangkau 500 perempuan pelaku usaha mikro di Jawa Barat dan Lampung. Hasilnya, terbentuk 100 mentor terlatih dan tujuh Digital Corner yang secara efektif mendukung peningkatan penjualan serta adopsi teknologi digital di kalangan pelaku usaha. Manager Technical Assistance BRI Research Institute, Atif Solihin Andrian, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini mendorong replikasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencakup Desa Lantan, Desa Loyok, Desa Sembalun, dan Desa Senaru. Kegiatan di Lombok ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan peran mentor lokal, serta pengembangan platform pembelajaran digital.
"Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka," ujar Atif pada Senin (4/5/2026).
Pada tahap terbaru, DEWY 3.0 hadir di wilayah Batur, Banjarnegara, dan Purbalingga, dengan menggandeng 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Program ini tidak hanya menyajikan pelatihan yang komprehensif, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas melalui pengembangan mentor lokal yang kuat. Sebanyak 30 peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing, memastikan keberlanjutan dampak positif program.
Kegiatan pembukaan DEWY 3.0 di Banjarnegara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, termasuk perwakilan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku usaha perempuan. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan sebagai landasan strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional dan akselerasi transformasi digital di Indonesia.
Atif Solihin Andrian merinci bahwa program ini menghadirkan serangkaian sesi pelatihan yang dirancang khusus untuk mengembangkan aspek krusial dalam bisnis. Fokus utama pelatihan mencakup pengembangan produk yang inovatif, peningkatan kualitas produksi agar mampu bersaing, stimulasi inovasi usaha berkelanjutan, serta penguasaan pemanfaatan teknologi digital dalam setiap operasional bisnis. Lebih lanjut, para peserta juga mendapatkan pembekalan mendalam terkait pengelolaan keuangan digital, implementasi sistem point of sales (POS) yang efisien, serta optimalisasi penggunaan platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain fokus pada aspek bisnis, DEWY 3.0 juga mengintegrasikan sesi peningkatan kesadaran penting mengenai pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual atau sexual exploitation, abuse and harassment (SEAH). Sesi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai hak-hak mereka dan pentingnya perlindungan diri dalam setiap aktivitas sosial maupun ekonomi yang mereka jalani, menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.
Seluruh peserta program menjalani proses pemetaan usaha melalui platform digital yang dirancang khusus. Proses ini memungkinkan peserta untuk melakukan self-assessment atau penilaian mandiri terhadap tingkat kesiapan digital usaha mereka. Hasil pemetaan ini menjadi dasar krusial dalam penentuan peserta yang berhak mengikuti tahap pelatihan intensif, memastikan bahwa dukungan difokuskan pada mereka yang paling membutuhkan dan siap untuk berkembang lebih jauh.
Program DEWY 3.0 juga secara aktif mendorong pengembangan Digital Corner. Ruang kolaborasi komunitas ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan implementasi keterampilan digital di tingkat lokal, menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Melalui DEWY 3.0, perempuan pelaku usaha mikro di Banjarnegara dan sekitarnya diharapkan mampu meningkatkan daya saing bisnis mereka, memperluas jangkauan akses pasar secara signifikan, serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika dan perkembangan pesat ekonomi digital yang terus berubah.











