
Sebanyak 13 sumur minyak dan gas baru telah ditemukan di dekat Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Temuan ini berpotensi mendatangkan nilai ekonomi yang signifikan, diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun. Informasi ini diungkapkan oleh Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, usai pertemuan dengan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Kementerian Transmigrasi.
Menteri Iftitah menyatakan kegembiraannya atas penemuan ini, yang dianggap sebagai babak penting dalam transformasi program transmigrasi. Ia berharap temuan ini dapat menjadi katalisator bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. "Ini menandakan informasi yang sangat baik untuk kita semua bahwa transmigrasi tidak selalu identik dengan pangan atau hanya dengan pertanian," ujar Iftitah, menekankan bahwa potensi sumber daya alam lainnya juga dapat dikembangkan di wilayah transmigrasi.
Rencana eksplorasi dan pengeboran sumur migas baru ini akan segera dilaksanakan. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengonfirmasi bahwa kegiatan pengeboran 13 sumur migas baru tersebut akan dimulai secara bertahap pada bulan Juni 2026. Selain potensi sumur baru, tercatat pula bahwa terdapat 79 sumur migas yang saat ini masih beroperasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Kutai Kartanegara.
"Alhamdulillah kami apresiasi sekali, terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi beserta jajaran yang telah mengizinkan kami untuk melakukan eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kita mulai ngebor," ungkap Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin.
Dalam momen tersebut, Menteri Transmigrasi dan Kepala SKK Migas juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai Sinergi Tugas dan Fungsi dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di Kawasan Transmigrasi dan Area Hak Pengelolaan Transmigrasi. Kesepakatan ini mencakup kerja sama dalam pertukaran dan pemanfaatan data, penggunaan lahan, serta integrasi perencanaan antara kawasan transmigrasi dan kegiatan usaha hulu migas. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait transformasi transmigrasi yang berbasis pembangunan wilayah. Penemuan sumur migas baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan peningkatan taraf hidup masyarakat di wilayah tersebut, sekaligus membuktikan potensi ekonomi yang beragam di kawasan transmigrasi.











