Wamentan Laporkan Swasembada Pangan 2025 ke Jokowi

Budi Santoso

Wamentan Laporkan Swasembada Pangan 2025 ke Jokowi

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, atau akrab disapa Mas Dar, baru-baru ini melakukan pertemuan silaturahmi dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo pada Jumat (8/5) malam. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mendiskusikan kemajuan sektor pertanian nasional, sekaligus menekankan urgensi keberlanjutan pembangunan demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Dar menyampaikan laporan membanggakan mengenai keberhasilan pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan pada tahun 2025. Capaian ini merupakan realisasi dari amanah dan target yang pernah diberikan langsung oleh Presiden Jokowi saat dirinya dilantik menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. "Saya pernah dilantik sebagai Wakil Menteri di era Presiden Jokowi, waktu itu dengan tugas dan target yang jelas, bagaimana mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya. Dan dalam kesempatan silaturahmi ini saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa swasembada telah kita raih di tahun 2025 dan akan kita teruskan," ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Keberhasilan swasembada pangan ini ditandai dengan beberapa indikator positif. Pertama, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras, sebuah pencapaian signifikan yang menunjukkan kemandirian pangan nasional. Kedua, kesejahteraan petani mengalami peningkatan yang cukup berarti. Pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menaikkan harga pembelian gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Kenaikan harga ini memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi para petani, yang tercermin dari ungkapan Sudaryono, "Alhamdulillah, sebagaimana juga Pak Jokowi ketahui sekarang ini kita tidak lagi impor beras, kemudian harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp6.500 dan petani happy."

Baca Juga :  Perang Timur Tengah Picu Kenaikan BBM, Konsumen AS Pangkas Belanja

Selain itu, pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas pasokan pupuk bagi petani. Pemberian diskon harga pupuk hingga 20 persen meringankan beban biaya produksi bagi petani. Dukungan infrastruktur pengairan yang memadai serta komitmen pemerintah untuk membeli hasil panen dengan harga yang menguntungkan, turut memperkuat optimisme petani dalam meningkatkan produktivitas dan kontribusi mereka terhadap ketahanan pangan nasional.

Presiden Joko Widodo sendiri turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan sektor pertanian nasional saat ini. Berdasarkan pengamatannya, kondisi para petani menunjukkan perbaikan yang signifikan. Mereka kini dinilai lebih baik dan bahagia berkat dukungan nyata yang diberikan oleh pemerintah. "Pak Presiden Jokowi juga mengapresiasi dan menyampaikan bahwa pengamatan beliau itu memang petani saat ini dalam kondisi yang baik, bahagia, karena hasil panennya didukung pemerintah, pupuknya cukup, pengairannya ada, dan harga panen raya juga dibeli dengan harga yang baik," tutur Sudaryono.

Selain melaporkan capaian sektor pertanian, Sudaryono juga secara khusus memohon arahan dan masukan dari Presiden Jokowi terkait pelaksanaan tugasnya sebagai Wamentan. Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah dan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono menilai pengalaman dan pandangan strategis Jokowi masih sangat relevan dan krusial sebagai bekal dalam menjalankan program-program pembangunan, terutama yang berfokus pada sektor pangan. "Saya merasa bangga dan bahagia pada hari ini bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi dan bisa bertatap muka. Kami mendoakan semoga Pak Presiden Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusannya," ucap Sudaryono.

Baca Juga :  Pimpinan Baru BGN Diminta Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis

Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan kembali pentingnya menjaga sinergi dan kesinambungan antarlembaga pemerintahan. Hal ini krusial agar berbagai program pembangunan, khususnya di sektor pangan, dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Dan sinergi terus untuk bagaimana pemerintahan berjalan ini bisa terlaksana dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik. Kami mohon arahan selalu," pungkasnya, menunjukkan komitmennya untuk terus berkolaborasi demi kemajuan bangsa.

(Kementan/sls)

Also Read

Tinggalkan komentar