Wamen Imigrasi Serahkan Diri ke KPK, Cek Harta Rp 234 Miliar

Budi Santoso

Wamen Imigrasi Serahkan Diri ke KPK, Cek Harta Rp 234 Miliar

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/6) malam, setelah menjalani pemeriksaan intensif. Langkah kooperatif ini merupakan respons atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada Selasa (2/6) malam, di mana penyidik sempat mencari keberadaannya di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Sebagai pejabat publik, Silmy Karim wajib melaporkan harta kekayaannya, dan terakhir tercatat melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 14 Maret 2026 untuk periode 2025.

Dalam LHKPN tersebut, Silmy Karim melaporkan total kekayaan sebesar Rp 234.596.795.910 atau sekitar Rp 234,59 miliar. Mayoritas kekayaannya berasal dari aset properti, dengan rincian 11 aset tanah dan bangunan yang seluruhnya berlokasi di Jakarta. Nilai total aset properti ini mencapai Rp 184.024.640.000 atau Rp 184 miliar. Aset tanah dan bangunan ini meliputi berbagai luasan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, dengan nilai bervariasi mulai dari Rp 1.707.977.000 hingga Rp 43.516.000.000.

Selain properti, Silmy Karim juga tercatat memiliki tujuh aset transportasi dan mesin senilai Rp 8.475.000.000. Koleksi kendaraannya mencakup empat mobil mewah dan klasik, seperti Mercedes-Benz G63 tahun 2022 senilai Rp 6 miliar, Toyota Land Cruiser tahun 1981 senilai Rp 350 juta, dan Mercedes-Benz 280E tahun 1979 senilai Rp 500 juta. Ia juga memiliki dua unit motor Harley-Davidson tahun 2003 dan 1998, masing-masing senilai Rp 450 juta. Kendaraan lainnya termasuk Jeep CJ7 tahun 1988 senilai Rp 275 juta dan Jeep Wrangler tahun 1996 senilai Rp 450 juta.

Baca Juga :  QRIS Berkembang Pesat, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

Lebih lanjut, Silmy Karim melaporkan memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 11.390.000.000 (Rp 11,39 miliar) dan surat berharga senilai Rp 8.695.320.000 (Rp 8,69 miliar). Kas dan setara kasnya tercatat sebesar Rp 31.007.358.544 (Rp 31 miliar). Setelah memperhitungkan total utang sebesar Rp 8.995.522.634 (Rp 8,99 miliar), total kekayaan bersihnya sesuai LHKPN mencapai Rp 234.596.795.910.

Also Read

Tinggalkan komentar