Viro Hadirkan ViroFab, Revolusi Konstruksi Modular Mewah di Indonesia

Budi Santoso

Viro Hadirkan ViroFab, Revolusi Konstruksi Modular Mewah di Indonesia

PT Polymindo Permata (Viro), yang selama ini dikenal luas sebagai pemimpin pasar penyedia material bangunan spesialis, secara resmi melakukan ekspansi strategis ke sektor konstruksi modular premium. Langkah ambisius ini ditandai dengan peluncuran sistem bangunan terintegrasi bernama ViroFab dalam ajang arsitektur bergengsi ARCH:ID 2024 di ICE BSD City, Tangerang. Transformasi ini menandai pergeseran posisi Viro dari sekadar penyedia bahan bangunan menjadi pemain kunci yang menawarkan solusi hunian masa depan berbasis prefabrikasi yang komprehensif.

Executive Vice President PT Polymindo Permata, Johan Yang, menjelaskan bahwa pengembangan ViroFab merupakan kelanjutan dari pengalaman panjang perusahaan selama puluhan tahun dalam industri material konstruksi. Keahlian dalam menciptakan material tahan cuaca dan estetis kini diintegrasikan ke dalam sistem bangunan prefabricated modular building yang lebih modern. Selama ini, konstruksi modular atau prefabrikasi sering kali diasosiasikan dengan bangunan standar, temporer, atau berbiaya rendah. Namun, melalui ViroFab, perusahaan berusaha mendobrak stigma tersebut dengan menyasar segmen premium yang mengutamakan desain eksklusif.

Sebagai bukti nyata dari konsep ini, Viro memperkenalkan proyek "TenuNyaman," sebuah bangunan modular yang telah terealisasi dan ditampilkan langsung kepada publik. Proyek ini menjadi bukti fisik bahwa sistem prefabrikasi dapat diterapkan pada bangunan dengan kualitas arsitektur kelas atas. Sebagai tahap awal, Viro meluncurkan lini produk "Virocroft," yakni bangunan modular satu hingga dua lantai dengan luas mencapai 200 meter persegi. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan resort mewah, glamping eksklusif, hingga hunian privat di kawasan destinasi wisata.

Baca Juga :  Tren Harga Emas Antam Sepekan: Sempat Terpuruk Sebelum Rebound Tipis

Target pasar utama ViroFab mencakup wilayah dengan pertumbuhan pariwisata pesat seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Lombok. Wilayah-wilayah ini sering kali menghadapi tantangan logistik yang berat dan keterbatasan tenaga kerja ahli jika menggunakan metode konstruksi konvensional. ViroFab hadir sebagai solusi efisien karena sekitar 70 hingga 90 persen proses fabrikasi dilakukan di dalam pabrik (off-site). Hal ini tidak hanya menjamin presisi yang lebih tinggi, tetapi juga meminimalisir limbah konstruksi di lokasi proyek, sehingga lebih ramah lingkungan.

Sistem modular ini juga menawarkan solusi atas tantangan klasik industri properti, yaitu ketidakpastian biaya dan durasi pembangunan. Dengan proses pabrikasi yang terukur, risiko pembengkakan anggaran dapat ditekan seminimal mungkin. Ke depan, peta jalan pengembangan ViroFab akan mencakup lini villa mewah bertingkat dan hunian eksklusif lainnya. Dengan mengombinasikan teknologi prefabrikasi dan material berkelanjutan, Viro optimis mampu memimpin pasar konstruksi modular premium sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan infrastruktur pariwisata dan hunian modern di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar