
Perjalanan luar biasa dalam mengembangkan usaha kopi di kancah internasional telah ditorehkan oleh dua pelaku UMKM Indonesia, Hendra Susanto dari Beskabean Coffee dan Gusti Iwan Darmawan dari Kojal Coffee. Keduanya membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, produk kopi Indonesia mampu bersaing di pasar global. Hendra Susanto memulai perjalanannya pada tahun 2016 dari nol, membangun Beskabean Coffee dari kebun hingga memiliki 14 cabang kedai kopi. Awalnya, ia hanya memiliki omzet harian Rp 50 ribu dan bekerja seorang diri. Namun, berkat program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) yang ia ikuti sejak 2017, usahanya berkembang pesat. Kini, Beskabean Coffee memiliki 85 karyawan dengan omzet yang jauh meningkat.
Hendra mengakui peran vital Bank Indonesia dalam perkembangannya. "BI itu ngasih kita pancing ketimbang ngasih kita uang. Akhirnya kita bisa berdiri berkat BI," ujarnya saat ditemui di paviliun Indonesia pada World of Coffee 2026 di Bangkok, Thailand. Program WUBI, yang merupakan program tahunan BI, bertujuan mendampingi dan mengembangkan UMKM potensial agar naik kelas, mandiri, dan berdaya saing internasional. Melalui program ini, Hendra mendapatkan pelatihan bisnis dan manajemen yang membantunya menembus pasar internasional.
Kisah inspiratif lainnya datang dari Gusti Iwan Darmawan, pemilik Kojal Coffee. Usaha kopi liberica asli Indonesia yang ia kelola bersama istrinya sejak 2017 ini juga menjadi UMKM pilihan BI untuk tampil di World of Coffee. Kojal Coffee fokus pada biji kopi terbaik dari petani lokal Kalimantan Barat. Sejak 2017, Gusti telah melakukan pendampingan langsung kepada para petani di Kalimantan Barat. Jika awalnya hanya mendampingi 20 petani, kini jumlahnya telah mencapai 300 petani. Peningkatan kapasitas ini dimungkinkan berkat bantuan BI yang ia ajukan sejak 2019.
Gusti menjelaskan bagaimana ia berdiskusi dengan Bank Indonesia untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi petani kopi di Kalimantan Barat, terutama terkait sarana dan prasarana pascapanen. "Nah, itu yang aku minta bantuan dengan BI, dan alhamdulillah BI siapin semuanya," ungkap Gusti. Bantuan diberikan secara bertahap, mulai dari tahun 2019 dan berlanjut pada 2022. Gusti sengaja tidak meminta bantuan sekaligus agar para petani yang ia dampingi dapat terus berkembang secara bertahap. Pendekatan "step by step" ini, menurut Gusti, terbukti efektif dalam membangun kemandirian dan kepercayaan diri para petani.
Kehadiran Beskabean Coffee dan Kojal Coffee di ajang internasional seperti World of Coffee 2026 tidak hanya menjadi bukti keberhasilan kedua UMKM tersebut, tetapi juga menjadi representasi potensi besar industri kopi Indonesia di mata dunia. Dukungan berkelanjutan dari Bank Indonesia melalui program-program pendampingan seperti WUBI sangat krusial dalam mendorong UMKM lokal untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan pada akhirnya, bersaing di pasar global. Pengalaman Hendra dan Gusti menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk tidak ragu memanfaatkan dukungan yang ada demi mewujudkan impian bisnis yang lebih besar.











