
Pemerintah Indonesia bersiap melakukan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung berukuran 3 kilogram (kg) tahun ini. Langkah ini diambil sebagai alternatif strategis untuk menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg, dengan tujuan utama menekan ketergantungan impor energi negara. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengkonfirmasi bahwa beberapa proyek percontohan (pilot project) penggunaan CNG 3 kg akan segera diluncurkan.
Sebelum implementasi penuh dilakukan, pemerintah secara serius mengkaji aspek keselamatan terkait penggunaan CNG. Proses kajian ini akan melibatkan berbagai lembaga penting, termasuk Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Ketenagakerjaan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku sebelum teknologi ini diadopsi secara luas oleh masyarakat. Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pemanfaatan CNG tabung 3 kg akan dilakukan secara bertahap. Ini bukan berarti penggantian total dan mendadak, melainkan sebuah transisi yang terstruktur. Istilah "alternatif" lebih tepat digunakan untuk menggambarkan proses ini, di mana ada tahapan-tahapan yang akan dilalui sebelum CNG menjadi pilihan utama.
Ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih sangat tinggi, dengan angka mencapai 7 juta ton per tahun. Situasi ini mendorong pemerintah untuk terus mencari solusi energi alternatif yang lebih berkelanjutan dan mengurangi beban impor. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pencarian sumber energi alternatif LPG menjadi prioritas yang menyita perhatiannya, bahkan hingga larut malam. Kendala utama dalam pengembangan industri LPG di dalam negeri adalah terbatasnya produksi bahan baku utamanya, yaitu gas propana dan butana.
Untuk mengatasi masalah ini, Bahlil Lahadalia telah merancang beberapa strategi. Pertama, melalui proses transisi energi dengan memanfaatkan dimetil eter (DME). Kedua, dan menjadi fokus utama berita ini, adalah pemanfaatan compressed natural gas (CNG). Keunggulan utama CNG adalah ketersediaan bahan bakunya yang melimpah di dalam negeri. Bahan baku CNG berasal dari gas cair C1 dan C2, yang produksinya cukup besar di industri dalam negeri. Dengan memanfaatkan teknologi tekanan tinggi, gas ini dapat dimampatkan hingga tekanan 250 hingga 400 bar, sehingga memungkinkan penggunaannya secara efektif dan efisien. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan dalam diversifikasi sumber energi nasional dan mengurangi defisit perdagangan energi.











