Trump: China Akan Borong Minyak AS, Buka Keran Energi ke Texas

Budi Santoso

Trump: China Akan Borong Minyak AS, Buka Keran Energi ke Texas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan potensi pembelian minyak mentah AS dalam jumlah besar oleh China, menyusul pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Kesepakatan ini, jika terealisasi, akan menjadi titik balik signifikan dalam hubungan perdagangan energi kedua negara, yang selama ini diliputi ketegangan akibat perang dagang dan tarif tinggi. Trump menyatakan optimismenya dalam sebuah wawancara pasca-pertemuan, menyebutkan bahwa kapal-kapal kargo China akan segera berlayar menuju pelabuhan-pelabuhan di Texas, Louisiana, dan Alaska untuk mengangkut minyak asal Amerika Serikat. Pernyataan ini disambut dengan antusiasme oleh Gedung Putih, yang menyoroti ketertarikan China untuk mengurangi ketergantungannya pada jalur pasokan energi melalui Selat Hormuz, yang saat ini rentan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, turut mengonfirmasi bahwa pembicaraan antara kedua pemimpin mencakup potensi pasokan minyak dari Alaska, menunjukkan diversifikasi sumber energi yang sedang diupayakan oleh China. Trump menggambarkan pertemuannya dengan Xi sebagai momen yang sangat positif, bahkan mengklaim telah mencapai "kesepakatan perdagangan yang fantastis" selama negosiasi. Meskipun demikian, belum ada pengumuman resmi mengenai detail spesifik terkait kuantitas atau nilai kontrak pembelian minyak tersebut. Perlu dicatat bahwa hubungan impor minyak antara China dan AS telah mengalami penurunan drastis sejak perang dagang memanas. Data dari Reuters menunjukkan bahwa China bahkan menghentikan total impor minyak dari AS sejak Mei 2025, sebagai respons terhadap tarif impor sebesar 20% yang diberlakukan oleh kedua negara.

Baca Juga :  IHSG Anjlok 6,61 Persen Sepekan, Asing Obral Saham Rp 42,8 Triliun

Pertemuan penting ini juga berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan global yang dipicu oleh perang di Iran, yang secara signifikan mengganggu distribusi energi dunia dan mengguncang pasar minyak internasional. Kedua pemimpin dilaporkan sepakat mengenai pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka demi kelancaran pasokan minyak global. Kunjungan Trump ke China ini menandai kunjungan pertama seorang presiden AS yang sedang menjabat ke negara tersebut dalam kurun waktu hampir sembilan tahun, menunjukkan upaya diplomasi intensif di tengah kompleksitas geopolitik. Sebelum para delegasi AS kembali ke Washington, kedua kepala negara dijadwalkan untuk melanjutkan diskusi dalam suasana yang lebih santai, termasuk sesi minum teh dan makan siang bersama. Potensi peningkatan pembelian minyak AS oleh China ini dapat memberikan dorongan signifikan bagi industri energi Amerika Serikat, sekaligus menjadi langkah strategis China dalam mengamankan pasokan energinya di tengah ketidakpastian global.

Also Read

Tinggalkan komentar