
Pengurus mengecek sembako di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sukamaju, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/7/2025). Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai strategis dan sesuai dengan koridor tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kehadiran TNI dinilai mampu mempercepat pelaksanaan program serta memperkuat pengawasan hingga ke tingkat desa, memastikan efektivitas dan akuntabilitasnya.
Raj Mayyasari Timur Gondokusumo, seorang pengamat politik dan dosen Hubungan Sipil Militer di Universitas Pertahanan, menjelaskan bahwa jangkauan personel TNI yang luas hingga pelosok daerah menjadi aset penting dalam mendukung implementasi program pemerintah di akar rumput. Kemampuan ini memungkinkan pemantauan proses pembangunan, termasuk pengembangan koperasi desa, menjadi lebih efektif dan efisien. "TNI memiliki kemampuan daya jangkau pengawasan yang luas dengan personel yang tersebar hingga pelosok daerah, termasuk desa-desa," ujar Raj dalam keterangan tertulisnya.
Keterlibatan TNI dalam KDMP dipandang sebagai wujud kesiapan institusi dalam mendukung percepatan pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat ekonomi pedesaan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Pengawasan yang terstruktur oleh TNI diharapkan dapat menjamin bahwa setiap tahapan program, mulai dari pembangunan infrastruktur pendukung hingga operasional koperasi di lapangan, berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Koordinasi yang baik antara TNI dan instansi pemerintah terkait lainnya juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Raj menekankan pentingnya sinergi ini agar pelaksanaan KDMP di setiap daerah tidak menemui hambatan yang berarti. "TNI perlu berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di setiap daerah dapat berjalan lancar," tegasnya.
Lebih lanjut, Raj menegaskan bahwa pelibatan TNI dalam program ini bertujuan untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pemberdayaan desa. Keterlibatan ini dapat dipahami dalam konteks OMSP, yang mencakup pemberian bantuan kepada pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan TNI diharapkan dapat mempercepat realisasi program KDMP, sehingga manfaat ekonomi dari program tersebut dapat segera dirasakan oleh masyarakat desa. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan akses terhadap sumber daya, peningkatan keterampilan, hingga penciptaan lapangan kerja baru di tingkat pedesaan.
Implementasi program Koperasi Desa Merah Putih yang didukung oleh TNI diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mendorong kemandirian desa, dan pada akhirnya berkontribusi pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Penguatan koperasi sebagai salah satu wadah ekonomi kerakyatan dinilai sangat penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik. Keberadaan TNI dalam hal ini bukan sebagai pelaksana utama, melainkan sebagai fasilitator dan pengawas yang memastikan program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat.











