Telur Anjlok, Zulhas Gercep Telepon BGN Perkuat Makan Bergizi

Budi Santoso

Telur Anjlok, Zulhas Gercep Telepon BGN Perkuat Makan Bergizi

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), bereaksi cepat pasca-inspeksi mendadak di Pasar Palmerah, Jakarta, yang menemukan harga telur ayam turun drastis di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Kondisi ini, dengan harga konsumen di kisaran Rp 27.000 per kilogram, jauh di bawah HAP Rp 28.000-30.000 per kilogram, menimbulkan pukulan telak bagi peternak. Harga jual di tingkat peternak anjlok hingga Rp 20.000 per kilogram dari harga normal Rp 23.000 per kilogram, sementara biaya pakan terus meroket, menambah beban finansial yang signifikan.

Menyikapi masalah ganda ini, Zulhas mengambil langkah strategis. Untuk mengatasi kenaikan harga pakan jagung yang memberatkan peternak, ia telah menginstruksikan Perum Bulog untuk segera melepas cadangan jagung bersubsidi ke sentra-sentra peternak petelur. Tujuannya adalah untuk menstabilkan kembali harga jagung, komponen krusial dalam pakan ternak.

Selanjutnya, guna menstabilkan harga telur yang terpuruk, Zulhas mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia optimis bahwa program MBG memiliki potensi besar untuk menyerap kelebihan pasokan telur dan mengembalikan harga ke level HAP yang wajar. "Kalau BGN dua hari saja pakai telur, itu berarti kan 48 juta (porsi), satu kali belanja. Jadi kalau dalam seminggu dua kali, itu bisa kembali kepada harga HET," terang Zulhas, menunjukkan perhitungan dampaknya.

Tanpa berlama-lama, Zulhas langsung menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melalui telepon. Dalam percakapan tersebut, Zulhas menyampaikan situasi genting harga telur yang anjlok dan secara tegas meminta agar menu MBG dalam beberapa hari ke depan memprioritaskan penggunaan telur. "Assalamualaikum, Pak Dadan. Ini yang berkuasa ini. Ini harga telur di bawah HET. Ada permohonan dari para peternak petelur. BGN beberapa hari ini pakai telur dulu Pak, agar harga bisa sesuai HET," pinta Zulhas dengan nada mendesak, seraya menambahkan, "Didorong, tolong bantu ya Pak. Agar peternak petelurnya bisa tetap senyum." Dadan Hindayana menyambut baik permintaan tersebut dan menyatakan kesiapannya, "Iya, siap," sahutnya. Zulhas menutup percakapan dengan ucapan terima kasih.

Baca Juga :  Indonesia Butuh Rp 8.600 T untuk Target Ekonomi 2027

Zulhas kembali menegaskan bahwa program MBG merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Menanggapi pertanyaan mengenai rendahnya penggunaan telur dalam program MBG saat ini, Zulhas menjelaskan bahwa variasi menu MBG bergantung pada permintaan sekolah. Namun, dalam situasi mendesak seperti saat ini untuk stabilisasi harga, ia mengusulkan penambahan frekuensi penggunaan telur. "Kalau ada darurat begini. Bukan darurat ya, tapi untuk stabilisasi gini, kita usul seminggu ini dua. Kalau seminggu ini dua, minggu depan udah," pungkasnya, optimis bahwa langkah ini akan memberikan efek positif yang berkelanjutan.

Also Read

Tinggalkan komentar