Tas Batik Tenun Go Internasional Berkat BRI

Budi Santoso

Tas Batik Tenun Go Internasional Berkat BRI

Indari (53) membuktikan hobi bisa berbuah cuan dan apresiasi. Usaha tas tenun batik La Suntu Tastio miliknya kini merambah pasar global, tak lepas dari dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Berawal dari kegemarannya mengoleksi tas di tahun 2010, Indari melihat peluang unik dengan mengaplikasikan kain tradisional seperti batik dan tenun pada tas. Percobaan awal gagal, namun berkat saran seorang penjahit tas di Depok, ia berhasil menciptakan tas dengan kombinasi motif yang menarik. Tas buatannya pun menarik perhatian saat ia bawa ke acara arisan keluarga, bahkan banyak yang langsung memesan.

Berawal dari Hobi, Usaha Tas Tenun Batik Indari Jadi Langganan Suvenir BUMN

Memulai sistem pre-order di tahun 2010, pesanan pertama datang dari ibu-ibu arisan sebanyak 10 tas dengan harga Rp 40.000-Rp 50.000. Seiring waktu, pesanan semakin banyak, mendorong Indari untuk serius menekuni bisnis ini. Ia bahkan belajar pembuatan pola dan teknik jahit sendiri, serta bekerja sama dengan penjahit tas. Kini, ia menggandeng para perajin lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendapatkan tenun batik berkualitas.

Usaha La Suntu Tastio semakin berkembang setelah mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) dengan nama yang diambil dari bahasa Spanyol yang berarti "tas yang cantik". Harapannya, usaha ini membawa kebaikan dan kecantikan bagi penggunanya. Pada tahun 2018, Indari bergabung dengan Rumah BUMN BRI. Di sana, ia mendapatkan berbagai pelatihan gratis, mulai dari marketing, manajemen keuangan, hingga pemanfaatan teknologi seperti AI.

Baca Juga :  Pertamina Tambah 9 Juta Tabung LPG Hadapi Libur Iduladha
Berawal dari Hobi, Usaha Tas Tenun Batik Indari Jadi Langganan Suvenir BUMN

Dukungan BRI tak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga membuka jejaring relasi yang luas, membawanya mengikuti berbagai pameran. La Suntu Tastio kini menjadi langganan suvenir instansi pemerintah dan perusahaan BUMN. Pesanan terbesar yang pernah ia garap mencapai 3.500 unit suvenir, bahkan pernah hingga 6.000 pieces untuk didistribusikan ke jaringan perbankan di seluruh Indonesia.

Produk La Suntu Tastio kini semakin variatif, mulai dari goodie bag seharga Rp 10.000 hingga paket suvenir eksklusif Rp 1 juta yang berisi tas laptop, tempat kartu, dan dompet. Kini, La Suntu Tastio mempekerjakan 10 penjahit tetap dan dibantu tenaga freelance saat pameran. Berkat ketekunannya, produk tas tenun batik Indari telah melanglang buana ke berbagai negara melalui undangan pameran resmi pemerintah, seperti ke Korea, Manila, Singapura, Malaysia, dan Johor.

Berawal dari Hobi, Usaha Tas Tenun Batik Indari Jadi Langganan Suvenir BUMN

Saat ini, La Suntu Tastio tengah mengikuti program BRIncubator dari BRI, yang dirancang untuk akselerasi bisnis UMKM agar berorientasi ekspor. Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, menjelaskan bahwa Rumah BUMN hadir untuk memfasilitasi perkembangan UMKM dari berbagai aspek, termasuk legalitas dan digitalisasi. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menambahkan bahwa keberhasilan La Suntu Tastio mencerminkan hasil nyata dari pemberdayaan UMKM yang konsisten dilakukan BRI, membantu UMKM naik kelas dan berdaya saing.

Also Read

Tinggalkan komentar