Sukuk Syariah Solusi Jangka Panjang Keluarga Muda

Budi Santoso

Sukuk Syariah Solusi Jangka Panjang Keluarga Muda

Instrumen investasi syariah, khususnya sukuk, semakin relevan bagi keluarga muda dalam membangun ketahanan keuangan jangka panjang. Keunggulan sukuk terletak pada risiko yang relatif rendah dan aksesibilitasnya yang mudah, bahkan dengan nominal investasi kecil. Murniati Mukhlisin, Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia, menekankan pentingnya kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan untuk investasi rutin, tidak hanya untuk konsumsi atau tabungan jangka pendek. Ia menyarankan alokasi minimal 10% dari pendapatan bulanan untuk investasi, bahkan bisa mencapai 40% jika tidak ada cicilan utang.

Sukuk menawarkan pilihan investasi yang relatif aman karena dijamin oleh negara, menjadikannya cocok untuk berbagai profil risiko investor, termasuk keluarga muda yang baru memulai pengelolaan keuangan. Pemerintah akan segera meluncurkan Sukuk Tabungan seri ST016 pada Mei hingga Juni mendatang, menawarkan imbal hasil sekitar 6-7% dengan pajak lebih rendah dibandingkan deposito. Investasi ini dapat dimulai dari Rp 1 juta.

Muhammad Iman Sastra Mihajat, Direktur Utama Bank Syariah Matahari, menambahkan bahwa sukuk negara memiliki tingkat keamanan tertinggi karena didukung penuh oleh pemerintah. "Sukuk negara itu rating-nya sudah paling atas. Sangat aman karena dijamin negara, jadi kemungkinan uang tidak kembali itu sangat kecil," tegasnya. Sukuk juga ideal bagi masyarakat yang membutuhkan pendapatan tetap atau fixed income untuk perencanaan keuangan keluarga. Meskipun imbal hasil sukuk tidak setinggi instrumen lain, rata-ratanya cukup baik dengan pajak yang rendah.

Baca Juga :  GoTo Dukung Penuh Aturan Komisi Baru Ojol 92% untuk Mitra

Menariknya, tren investor sukuk saat ini mulai didominasi oleh generasi muda, terutama Gen Z dan milenial. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai investasi syariah perlu disajikan dengan cara yang lebih sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Harri Gemilang, Head of Financial Controlling Airbus Helicopters Arabia, melihat kepemilikan sukuk negara bagi diaspora dan keluarga muda bukan sekadar tentang keuntungan finansial. Bagi diaspora, kepemilikan sukuk negara merupakan simbol kemajuan dan investasi untuk masa depan keluarga, melampaui pertimbangan tenor dan kupon semata. Pendekatan promosi investasi syariah yang lebih modern sangat dibutuhkan agar lebih mudah dipahami oleh generasi muda, mengingat masih banyak masyarakat yang belum akrab dengan potensi besar instrumen keuangan syariah. Dengan demikian, sukuk syariah membuka pintu bagi keluarga muda untuk membangun fondasi keuangan yang kuat dan berkelanjutan di masa depan.

Also Read

Tinggalkan komentar