Suku Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8% untuk Keluarga Prasejahtera

Budi Santoso

Suku Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8% untuk Keluarga Prasejahtera

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat strategis dengan jajaran direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk serta direksi dan dewan komisaris PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada Senin (18/5/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk menindaklanjuti penyesuaian suku bunga program PNM Mekaar menjadi delapan persen. Keputusan ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memastikan akses pembiayaan yang lebih terjangkau dan tepat sasaran bagi keluarga prasejahtera serta pelaku usaha ultra mikro di seluruh Indonesia.

Dalam rapat tersebut, Dony Oskaria menyoroti beberapa aspek krusial. Salah satunya adalah penguatan akses permodalan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro. Upaya ini dilakukan dengan tetap menjaga keberlanjutan bisnis, memastikan kualitas pembiayaan yang baik, dan memelihara kesehatan ekosistem Ultra Mikro Holding. Tujuannya adalah agar manfaat pembiayaan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

PNM Mekaar, sebagai program unggulan PNM, telah berhasil melayani lebih dari 16,2 juta nasabah kelolaan, yang seluruhnya adalah perempuan pelaku usaha ultra mikro. Program ini diakui sebagai instrumen strategis yang efektif dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di berbagai daerah. Dengan suku bunga yang lebih rendah, diharapkan lebih banyak perempuan pelaku usaha ultra mikro dapat mengakses modal untuk mengembangkan bisnis mereka, meningkatkan pendapatan keluarga, dan berkontribusi pada perekonomian lokal.

Baca Juga :  IHSG Diperkirakan Volatil Akibat Rebalancing MSCI dan Insentif Kendaraan Listrik

Dony Oskaria menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan program pembiayaan ultra mikro agar terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Penguatan pembiayaan ultra mikro ini diharapkan dapat memperluas akses usaha bagi masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan. BP BUMN dan Danantara secara aktif mendukung penguatan program pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Melalui sinergi yang kuat antar-BUMN, Dony Oskaria menyampaikan harapannya agar program pembiayaan ultra mikro dapat semakin meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Diharapkan pula program ini mampu memperluas akses ekonomi produktif dan menciptakan dampak sosial serta ekonomi yang lebih merata di seluruh penjuru Indonesia. Penyesuaian suku bunga ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada di segmen prasejahtera dan ultra mikro. Ibu Rantiyem, seorang nasabah PNM Mekaar, adalah salah satu contoh dari jutaan perempuan yang telah merasakan manfaat program ini dan diharapkan akan terus berkembang dengan adanya penyesuaian suku bunga yang lebih meringankan.

Also Read

Tinggalkan komentar