Stasiun Manggarai Jadi CBD Kedua Jakarta, Fasilitas Bintang Lima

Budi Santoso

Stasiun Manggarai Jadi CBD Kedua Jakarta, Fasilitas Bintang Lima

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mengubah kawasan Stasiun Manggarai menjadi Central Business District (CBD) kedua di Jakarta, menyaingi SCBD. Pengembangan ambisius ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan Manggarai menjadi pusat bisnis modern setara dengan SCBD. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa lahan seluas 62 hektare di kawasan Manggarai akan didesain ulang secara komprehensif.

Lebih dari sekadar hunian, pengembangan kawasan Stasiun Manggarai akan mengintegrasikan rumah susun (rusun) dengan berbagai moda transportasi umum. Konektivitas dengan KRL, Transjakarta, dan LRT akan menjadi prioritas utama, memudahkan mobilitas warga. Selain itu, kawasan ini akan dilengkapi dengan area komersial yang dinamis, pusat bisnis yang berkembang, fasilitas olahraga, serta ruang rekreasi atau leisure. Presiden Prabowo secara spesifik berpesan agar kawasan ini memiliki fasilitas kelas atas, termasuk convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan area leisure bintang lima, mencerminkan visi pengembangan yang menyeluruh.

Pembangunan rusun Manggarai akan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Tahap pertama mencakup pembangunan tiga tower di atas lahan seluas 2,2 hektare, sementara tahap kedua akan membangun delapan tower di lahan seluas 1,6 hektare. KAI menargetkan pembangunan dapat dimulai pada bulan Juli atau Agustus mendatang, dengan harapan serah terima unit dapat dilakukan dalam kurun waktu 13 bulan setelahnya.

Baca Juga :  Rupiah Menguat, Menkeu Optimistis Tarik Investor Asing

Bobby Rasyidin menyatakan bahwa pembangunan rusun Manggarai merupakan komitmen KAI dalam mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk mendukung ketersediaan hunian bagi masyarakat. KAI terus berupaya memetakan potensi asetnya yang tersebar di kota-kota besar di Jawa dan Sumatera, yang secara total mencapai 327 juta meter persegi lahan, untuk dialihfungsikan menjadi pembangunan hunian yang lebih banyak.

Direktur Komersial PT KAI Properti Manajemen, Endiyanto, menambahkan bahwa proyek ini berlokasi di kawasan strategis yang terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi publik di pusat kota Jakarta. Groundbreaking proyek hunian vertikal ini ditargetkan pada bulan Juli mendatang, dibangun di atas lahan milik KAI seluas sekitar 2,1 hektare. Lokasinya yang sangat strategis, hanya sekitar 350 meter dari stasiun, menjadikannya sangat menarik dengan akses yang sangat mudah ke transportasi publik.

Proyek ini akan dikembangkan dengan konsep hunian vertikal setinggi 24 lantai yang terbagi dalam tujuh tower di Blok G dan Blok F. Endiyanto berharap proyek ini dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat perkotaan sekaligus mendukung program pemerintah dalam pembangunan tiga juta rumah. Target pembangunan 7 tower dengan 24 lantai tersebut diharapkan dapat menyumbang signifikan terhadap kebutuhan hunian secara nasional.

Selain hunian, proyek ini juga akan dilengkapi dengan area retail dan berbagai fasilitas pendukung untuk menciptakan kawasan yang terintegrasi. PT KAI Properti Manajemen menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mitra strategis untuk mendukung penyediaan utilitas kawasan, menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan proyek ini. Kerjasama dengan berbagai provider dan mitra, termasuk BUMN, diharapkan dapat menghasilkan hunian yang lebih baik dan layak.

Baca Juga :  Pedagang E-Commerce Resah Akibat Biaya Administrasi Naik

Di Blok G, akan dibangun sekitar 1.210 unit hunian yang ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT), dengan tipe 36 dan tipe 45. Sementara itu, Blok F akan membangun sekitar 3.432 unit hunian dengan konsep yang lebih premium. Harga untuk tipe MBR akan dimulai dari Rp 500 juta hingga Rp 630 juta untuk luasan tipe 45, menawarkan solusi hunian yang terjangkau namun tetap berkualitas di lokasi premium.

Also Read

Tinggalkan komentar