Sektor Manufaktur: 20 Juta Pekerja & Pertumbuhan Positif

Budi Santoso

Sektor Manufaktur: 20 Juta Pekerja & Pertumbuhan Positif

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membantah keras isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor industri. Sebaliknya, data terbaru menunjukkan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur justru mencapai 20 juta orang per Februari 2026. Angka ini menjadi bukti kuat bahwa sektor manufaktur tetap tangguh dan terus berkembang, mematahkan narasi negatif tentang deindustrialisasi dini.

Menperin Agus menegaskan bahwa meskipun diakui ada PHK di beberapa titik, jumlah penciptaan lapangan kerja baru di sektor manufaktur jauh melampaui angka PHK. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian Gedung Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Badung, Bali, pada Jumat (8/5/2026). Ia menekankan bahwa industri manufaktur nasional memiliki resiliensi dan daya tahan yang luar biasa, bahkan terbukti paling cepat pulih pasca pandemi COVID-19 dibandingkan sektor lainnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) semakin memperkuat optimisme Menperin. Pada triwulan I 2026, industri manufaktur mencatat pertumbuhan sebesar 5,04 persen, melampaui angka 4,55 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 19,07 persen, dengan nilai sekitar Rp 1.179 triliun. Angka ini secara signifikan menunjukkan vitalnya peran manufaktur dalam perekonomian Indonesia dan membantah spekulasi tentang penurunan industri.

Lebih lanjut, tren kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional menunjukkan peningkatan yang stabil dalam empat hingga lima tahun terakhir. Dari sisi investasi, sektor manufaktur pada triwulan I 2026 mencatat realisasi investasi sebesar 36,5 persen, atau senilai Rp 182 triliun. Hal ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap prospek industri manufaktur Indonesia.

Baca Juga :  Integra Solusi Mandiri Raih Customer Transformation Partner SAP 2026

Di arena perdagangan internasional, kontribusi ekspor manufaktur terhadap total ekspor nasional juga terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS Januari-Februari 2026, ekspor manufaktur mendominasi dengan angka 83,6 persen dari total ekspor nasional. Hanya sekitar 14 persen ekspor nasional yang bukan berasal dari produk manufaktur. "Semuanya adalah barang-barang manufaktur. Itu menunjukkan pentingnya sektor kita ini terhadap perekonomian nasional," ujar Menperin Agus, menekankan betapa krusialnya peran sektor manufaktur dalam menopang kekuatan ekonomi negara. Ketahanan dan pertumbuhan positif ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus melangkah maju di kancah global.

Also Read

Tinggalkan komentar