Sekolah Rakyat NTB Progres 21%, Target Rampung Juni 2026

Budi Santoso

Sekolah Rakyat NTB Progres 21%, Target Rampung Juni 2026

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan progres signifikan, dengan capaian saat ini mencapai 21%. Proyek yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini didanai dengan anggaran fantastis sebesar Rp 241 miliar dan ditargetkan selesai seluruhnya pada bulan Juni 2026 mendatang. Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum, Arahman, menjelaskan bahwa berbagai strategi telah diterapkan untuk mempercepat proses konstruksi. Salah satu langkah kunci adalah penambahan jumlah mandor guna meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terlibat di setiap unit bangunan, memastikan semua sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Saat ini, pembangunan 28 gedung sekolah rakyat tersebut baru mencapai 21 persen. Arahman optimis bahwa seluruh bangunan akan rampung sesuai target, yakni pada 20 Juni 2026. Untuk mencapai percepatan ini, pihaknya berupaya memaksimalkan jumlah pekerja di setiap lokasi pembangunan. Kebutuhan tenaga kerja yang ideal adalah sekitar 1.200 orang, namun saat ini baru terisi 837 orang. Oleh karena itu, penambahan tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap.

Pengerjaan proyek sekolah rakyat ini diberlakukan sistem kerja 24 jam dengan pembagian shift bagi seluruh pekerja. Berbagai jenis bangunan tengah dalam tahap pengecoran, meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama putra-putri untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, serta kantin dan rumah susun guru. Tidak hanya bangunan utama, fasilitas pendukung seperti lapangan mini soccer dan guesthouse juga turut dibangun. Sekolah rakyat pertama di NTB ini dirancang untuk menampung total 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh bangunan berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektar dari total area 6,7 hektar.

Baca Juga :  Menkeu Bantah Tahan Restitusi Pajak, Angka Pencairan Melonjak

Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan ini, terutama mengingat Lombok Utara pernah diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,0 magnitudo pada tahun 2018. Oleh karena itu, Arahman memastikan bahwa seluruh gedung sekolah rakyat dibangun menggunakan sistem bangunan tahan gempa. Perhitungan teknis telah dilakukan secara cermat untuk menjamin keamanan, bahkan dengan lokasi yang berjarak 100 meter dari tepi pantai. Secara perencanaan, gedung-gedung ini dirancang mampu menahan gempa hingga skala Richter 8.

Hingga saat ini, belum ada kendala berarti yang menghambat proses pembangunan. Satu-satunya tantangan yang perlu diantisipasi adalah kelancaran pasokan material. Mengingat pengerjaan sekolah rakyat dilakukan secara serentak, pengadaan material yang dibutuhkan bersamaan untuk semua sekolah menjadi krusial. Beberapa material bahkan didatangkan dari Surabaya, sehingga manajemen logistik yang matang sangat diperlukan untuk menghindari keterlambatan.

Also Read

Tinggalkan komentar