Samator Cetak Laba Bersih Rp 35,2 Miliar di Kuartal I-2026

Budi Santoso

Samator Cetak Laba Bersih Rp 35,2 Miliar di Kuartal I-2026

Pendapatan perseroan tercatat tumbuh 7,9 persen secara tahunan menjadi Rp 762,1 miliar. Di saat yang sama, adjusted EBITDA mengalami peningkatan sebesar 22,4 persen mencapai Rp 228,8 miliar. Keberhasilan ini membawa margin adjusted EBITDA ke level 30,0 persen atau naik sebesar 356 basis poin. Peningkatan margin ini mencerminkan penguatan operating leverage serta penerapan disiplin biaya yang efektif. Secara operasional, laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) naik 38,9 persen menjadi Rp 120,6 miliar dengan margin EBIT yang meningkat menjadi 15,8 persen.

Faktor utama pendorong kinerja positif ini adalah permintaan yang tetap solid pada segmen gas industri dan medis. Samator berhasil mengoptimalkan utilisasi pabrik dan meningkatkan efisiensi energi, sehingga beban pokok penjualan hanya meningkat 4,3 persen, jauh di bawah laju pertumbuhan pendapatan. Hal ini menghasilkan laba kotor sebesar Rp 430,6 miliar dengan margin laba kotor yang naik menjadi 56,5 persen. Selain itu, beban penjualan, umum, dan administrasi berhasil ditekan hingga turun 1,4 persen, menunjukkan manajemen biaya yang sangat disiplin.

Presiden Direktur sekaligus CEO Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini terjadi secara merata di berbagai wilayah operasional. Strategi jangka panjang yang fokus pada digitalisasi distribusi dan ekspansi pabrik, termasuk proyek strategis di Kawasan Industri Terpadu Batang, mulai membuahkan hasil nyata pada profitabilitas perusahaan. Dengan jaringan distribusi terluas di Indonesia yang mencakup sektor baja, makanan, hingga elektronik, AGII berada dalam posisi strategis untuk menangkap peluang dari hilirisasi industri nasional. Perseroan tetap optimistis menghadapi sisa tahun 2026 dengan fokus pada investasi selektif dan penguatan fundamental operasional guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Selain penguatan bisnis inti, Samator juga terus mengintegrasikan prinsip ESG dalam operasionalnya untuk meningkatkan efisiensi jangka panjang dan memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  30 Ribu Manajer Kopdes & Pegawai Nelayan Ikuti Pelatihan Komcad

Also Read

Tinggalkan komentar