Saham WBSA Masuk Kategori Konsentrasi Tinggi

Budi Santoso

Saham WBSA Masuk Kategori Konsentrasi Tinggi

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menetapkan satu saham emiten baru, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), masuk dalam kategori kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Penetapan ini dilakukan berdasarkan data kepemilikan saham per tanggal 7 Mei 2026, yang menunjukkan bahwa mayoritas saham WBSA dikuasai oleh segelintir pihak. Tingkat konsentrasi kepemilikan saham WBSA tercatat mencapai 95,82% dari total saham yang beredar, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Pengumuman ini, menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S. Manullang, tidak serta merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku di Pasar Modal.

WBSA sendiri merupakan perusahaan tercatat pertama di BEI pada tahun 2026, dengan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada tanggal 10 April 2026. Perusahaan yang bergerak di sektor layanan angkutan multimoda ini melepas sebanyak 1.800.000.000 saham baru, atau setara dengan 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran perdana ditetapkan pada Rp 168 per saham, dan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 302,4 miliar. Pada debut perdagangnya, saham WBSA langsung melesat dan menyentuh Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,52%, mencapai harga Rp 226 per saham.

Kinerja saham WBSA sejak listing memang sangat impresif. Berdasarkan data RTI Business, saham perseroan tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 676,79% sejak 10 April 2026. Lonjakan harga ini bahkan menyebabkan saham WBSA masuk dalam papan pemantauan khusus Full Call Auction (FCA). BEI sempat melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham WBSA pada 24 April 2026, menyusul peningkatan harga kumulatif yang dinilai sangat signifikan. Meskipun sempat melemah 19,66% saat berada di papan pemantauan khusus FCA, saham WBSA kini diperdagangkan pada level Rp 1.305 per saham, jauh melampaui harga IPO-nya.

Baca Juga :  Promo Transmart Full Day Sale: Panci Maxim Maspion Cuma Rp 79 Ribu

Dalam catatan perdagangan sejak awal listing, WBSA juga mencatat adanya aksi beli bersih oleh investor asing (net foreign buy) sebesar Rp 16,26 miliar. Namun, pada perdagangan terakhir Jumat, 8 Mei 2026, tercatat adanya aksi jual bersih oleh investor asing (net foreign sell) senilai Rp 87,90 juta. Dengan masuknya WBSA ke dalam kategori saham HSC, hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas kepemilikan saham perusahaan terkonsentrasi pada segelintir investor, yang merupakan salah satu faktor yang diperhatikan oleh regulator untuk menjaga stabilitas dan likuiditas pasar.

Also Read

Tinggalkan komentar