
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Peninjauan ini krusial untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Menteri Dody menekankan bahwa pembangunan sabo dam adalah langkah strategis untuk menahan material sedimen, batu, kayu, dan tanah dari kawasan hulu. Tujuannya adalah mencegah material tersebut terbawa ke permukiman warga, terutama saat intensitas hujan tinggi. Menurut Menteri Dody, penanganan harus dimulai dari bagian hulu aliran sungai agar material tidak terus turun ke kawasan hilir. "Kita kerjakan semuanya. Supaya pada saat hujan deras, tanah-tanah dari atas tidak turun. Kita tahan dulu di atas," tegas Menteri Dody dalam keterangannya pada Minggu, 24 Mei 2026.
Menteri Dody menyatakan optimisme bahwa seluruh pekerjaan akan selesai sesuai target pada Oktober 2026. Meskipun demikian, ia mengakui adanya tantangan utama dalam pembangunan sabo dam, yaitu penyelesaian lahan dan kondisi cuaca ekstrem yang masih terus terjadi di lapangan. Namun, Kementerian PU bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. "Semua stakeholder terlibat, dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Memang kita berpacu dengan alam, tetapi kita harus optimistis bisa memberikan hasil maksimal bagi masyarakat," ujarnya.
Pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka merupakan bagian integral dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Program ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, di bawah naungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU. Proyek ini mencakup tiga komponen pekerjaan utama: pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam Sungai Tukka, dan pembangunan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka (Sungai Sigala-Gala).
Untuk paket pembangunan sabo dam di Sungai Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pekerjaan ini dilaksanakan dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras. Hingga minggu ke-11 pelaksanaan, progres fisik pembangunan sabo dam telah mencapai 7,1%, sedikit lebih tinggi dari rencana progres awal sebesar 3,8%. Demikian pula, pembangunan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka telah mencapai progres 7,9% dari rencana 4,6%, dan pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka mencapai 7,8% dari target rencana 4,6%.
Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan struktur sabo dam, retaining wall, tanggul pengendali banjir, pengendalian sedimen, jalan inspeksi, hingga normalisasi sungai. Dalam pekerjaan pengendalian banjir Sungai Tukka, progres pekerjaan tanah saat ini meliputi galian sepanjang 300 meter. Pekerjaan ini didukung oleh berbagai alat berat, seperti excavator long arm, excavator standar, vibro roller, dump truck, dan mixer self loader. Menteri Dody berharap pembangunan sabo dam dan pengendalian banjir di Sungai Aek Tukka akan meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman banjir dan longsor, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka. "Kita semua berdoa supaya pekerjaan ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat," pungkas Menteri Dody.











