Run for Rivers: Aksi Sungai Watch Selamatkan Sungai & Ekonomi Sirkular

Budi Santoso

Run for Rivers: Aksi Sungai Watch Selamatkan Sungai & Ekonomi Sirkular

Kampanye "Run for Rivers" yang digagas Sungai Watch tidak hanya fokus pada pembersihan sampah sungai, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular. Aksi lari lintas 5 provinsi dan 36 kabupaten/kota di Bali dan Jawa ini berlangsung selama 58 hari, berhasil mengumpulkan 22.076 kg plastik. Penggalangan dana publik melalui runforrivers.sungaiwatch.com telah melampaui US$ 200.000 dari target US$ 1 juta, di mana setiap dolar berkontribusi pada pengangkatan 1 kg plastik dari sungai Indonesia. Dana ini akan dialokasikan untuk ekspansi Sungai Watch di Pulau Jawa, termasuk pemasangan jaring penghalang sampah, fasilitas pemilahan sampah, dan penciptaan lapangan kerja hijau.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024, Sandiaga Uno, menyambut baik kampanye ini sebagai gerakan green economy yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ia menekankan bahwa sungai yang bersih merupakan modal utama kemajuan ekonomi Indonesia. Sungai Watch berfokus pada pemasangan Trash Barriers untuk menahan dan mengumpulkan sampah plastik, serta pembersihan dan pemilahan sampah yang kemudian didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti kursi. Gerakan ini mewujudkan circular economy, mengubah limbah menjadi berkah.

Ekspedisi Run for Rivers mengerahkan 4.212 relawan, 60% di antaranya pelajar, untuk aksi bersih-bersih sungai. Sungai Watch juga melakukan edukasi melalui 21 acara di 13 sekolah dan komunitas, menjangkau 4.159 peserta. Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib, pendiri Sungai Watch, berhasil memetakan realitas sampah dan sungai di seluruh Jawa, serta berdiskusi dengan pemimpin daerah untuk ekspansi program. Sejumlah tokoh publik, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, serta beberapa bupati, turut mendukung gerakan ini.

Baca Juga :  Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp 116 T

Dalam perjalanannya, tim Sungai Watch juga bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo. Presiden Jokowi mengapresiasi hasil karya kursi daur ulang sampah plastik Sungai Watch. Dalam pertemuan tersebut, dibahas penguatan kolaborasi penanganan sampah sungai dan pengurangan pencemaran plastik melalui pelibatan pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI juga menyambut baik dan mendukung aksi Sungai Watch dalam menjaga kebersihan sungai dan membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

Tim Sungai Watch berlari di sepanjang empat dari 20 sungai paling tercemar di dunia: Brantas, Solo, Serayu, dan Progo. Sungai-sungai di Indonesia diperkirakan melepaskan sekitar 200.000 ton plastik ke lautan setiap tahunnya, berkontribusi 14,2% dari total emisi plastik bawaan sungai global. Sam Bencheghib menyatakan optimisme melihat kesiapan masyarakat bertindak, kolaborasi para pemimpin, dan keinginan komunitas untuk sungai yang lebih bersih, yang memberikan harapan besar untuk solusi sampah di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar