Proyeksi IHSG Tembus 28.000 Tahun 2030, Purbaya Sebut Bukan Hal Gila

Budi Santoso

Proyeksi IHSG Tembus 28.000 Tahun 2030, Purbaya Sebut Bukan Hal Gila

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan optimisme luar biasa terhadap masa depan pasar modal Indonesia dengan menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 28.000 pada periode 2029-2030. Pernyataan berani ini disampaikan dalam acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski banyak pihak yang sempat menganggap proyeksi tersebut terlalu ambisius atau bahkan "gila", Purbaya menegaskan bahwa angka tersebut sangat rasional jika berkaca pada siklus ekspansi ekonomi nasional yang terus bergerak maju.

Dasar dari optimisme ini adalah fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai sangat kuat untuk menggerakkan indeks saham ke level yang lebih tinggi. Purbaya menjelaskan bahwa dalam sejarah pasar modal, pergerakan indeks dari titik terendah hingga puncak masa ekspansi bisa mengalami kenaikan hingga 4 sampai 5 kali lipat. Jika saat ini posisi IHSG berada di kisaran 7.000, maka potensi kenaikan ke level 28.000 pada akhir dekade ini bukanlah sebuah kemustahilan. Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus melakukan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan guna mendorong pergerakan IHSG secara signifikan.

Data historis memperkuat argumen tersebut. Purbaya mencontohkan kondisi pada tahun 2002 di mana IHSG masih berada di level 200-an. Hanya dalam waktu tujuh tahun, tepatnya pada 2009, indeks meroket hingga 10 kali lipat ke posisi 2.500. Begitu pula pada periode 2004 hingga 2013, di mana indeks tumbuh pesat dari level 1.000 menjadi 4.200. Dengan pengembangan ekonomi yang terukur, lonjakan serupa diyakini akan kembali terjadi.

Baca Juga :  Sinergi Polda Sumbar dan ATR/BPN Percepat Kepastian Hukum Pertanahan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut memberikan pandangan positif mengenai pertumbuhan pasar modal domestik yang telah tumbuh empat kali lipat dalam kurun waktu sembilan tahun. Airlangga menyoroti bahwa partisipasi investor domestik saat ini semakin solid, dengan sekitar 50% di antaranya merupakan pelaku aktif di pasar saham. Peningkatan jumlah investor ritel, terutama dari kalangan generasi muda, menjadi motor penggerak baru yang memperkuat resiliensi pasar modal Indonesia terhadap guncangan eksternal.

Meskipun sempat terdampak pandemi COVID-19 yang membuat pertumbuhan pasar modal melambat ke rentang 5-6%, arah pemulihan ekonomi saat ini menunjukkan tren yang sangat menjanjikan. Dengan kebijakan hilirisasi industri dan stabilitas moneter yang terjaga, pemerintah yakin target besar di pasar modal akan tercapai. Dukungan dari sektor ekonomi digital dan penguatan nilai tambah komoditas diprediksi akan menjadi katalis utama bagi emiten-emiten di bursa untuk terus berekspansi. Dengan fundamental yang kokoh, target IHSG di level 28.000 bukan lagi sekadar mimpi, melainkan visi nyata pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar