
KRD Lokal Bandung Raya melintas di samping proyek jalur ganda (double track) di Gedebage, Kota Bandung, pada Selasa, 20 September 2022. Proyek jalur ganda kereta api yang membentang sepanjang 23,5 kilometer dari Kiaracondong hingga Cicalengka ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2023. Pembangunan jalur ganda ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam hal efisiensi waktu tempuh perjalanan antara Bandung dan Cicalengka, yang diprediksi akan terpangkas menjadi hanya 23 menit. Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kereta api secara keseluruhan di wilayah tersebut.
Sementara itu, di sisi lain perkembangan infrastruktur perkeretaapian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan pernyataan terkait progres pembangunan proyek double-double track (DDT) atau jalur rel dwiganda di Bekasi-Cikarang. Beliau menegaskan bahwa pembiayaan proyek ini tidak sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagian besar pembiayaan akan melibatkan investasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), sementara sebagian lainnya akan menjadi bagian dari program pemerintah. Pernyataan ini disampaikan oleh Budi Karya Sumadi dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Rabu, 28 April 2036.
Lebih lanjut, Kementerian Perhubungan berencana untuk melakukan perubahan kebijakan signifikan terkait dengan pengelolaan prasarana perkeretaapian. Pemerintah berencana untuk menyerahkan seluruh tanggung jawab pengelolaan prasarana kereta api kepada PT KAI. Dengan demikian, Kementerian Perhubungan akan memfokuskan perannya sebagai regulator saja. Perubahan kebijakan ini diprediksi akan membawa dampak langsung pada pola perencanaan proyek-proyek perkeretaapian di masa mendatang, termasuk pembangunan DDT Bekasi-Cikarang. Penyesuaian ini dilakukan agar selaras dengan kondisi terbaru pasca-pengalihan pengelolaan prasarana kepada KAI.
Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang, menyoroti peran krusial dari kelanjutan proyek DDT Bekasi-Cikarang. Menurutnya, progres pembangunan DDT Bekasi-Cikarang saat ini baru mencapai tahap tinjauan Detail Engineering Design (DED) per April 2036. Beliau menjelaskan bahwa jalur DDT sudah terbangun hingga ke Bekasi, namun segmen Bekasi-Cikarang masih mengalami hambatan. Deddy menekankan bahwa penyelesaian proyek ini sangat penting demi keselamatan, karena akan memisahkan jalur kereta api antarkota dengan kereta api perkotaan. Pemisahan ini akan mengurangi potensi konflik dan meningkatkan keamanan operasional kereta api.











