Prabowo Subianto Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Budi Santoso

Prabowo Subianto Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Mohamad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam sebuah upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026. Jumhur Hidayat hadir menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, yang kini mendapatkan penugasan baru dari Presiden untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Perombakan posisi ini dipandang sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sinergi antara sektor lingkungan hidup dan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan krisis iklim global yang semakin mendesak.

Jumhur Hidayat bukanlah sosok baru di panggung publik dan birokrasi Indonesia. Pria kelahiran Bandung, 18 Februari 1968 ini, memiliki rekam jejak yang panjang sebagai aktivis dan pejabat publik. Berdasarkan catatan sejarah pendidikannya, Jumhur merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sudah aktif dalam gerakan mahasiswa sejak era 1980-an. Latar belakang teknik dan pengalaman organisasinya di kampus membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal vokal dan kritis terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.

Dalam karier profesionalnya, Jumhur pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada periode 2007 hingga 2014. Di bawah kepemimpinannya saat itu, ia banyak bersentuhan dengan isu perlindungan hak-hak pekerja migran. Setelah masa jabatannya berakhir, ia terus mengabdikan diri di sektor ketenagakerjaan dan terpilih sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) untuk periode 2022-2027. Sebagai tokoh buruh, Jumhur dikenal konsisten memperjuangkan kesejahteraan pekerja, termasuk saat ia terlibat aktif dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Keterlibatannya dalam aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada tahun 2020 bahkan sempat membuatnya berurusan dengan hukum dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga :  Kurban Digital BRImo: Kolaborasi BRI dan Rumah Zakat Mudahkan Ibadah

Transformasi politik Jumhur Hidayat juga cukup dinamis. Ia tercatat pernah berada di lingkaran tim pemenangan Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum akhirnya memberikan dukungan kepada Joko Widodo pada Pilpres 2014. Namun, pada Pilpres 2019, ia memutuskan beralih mendukung Prabowo Subianto. Sikap politiknya yang kerap berubah ini diakuinya sebagai bentuk respons terhadap arah kebijakan nasional yang dianggapnya paling sesuai dengan kepentingan bangsa pada masa tersebut. Kini, dengan mandat baru sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur diharapkan mampu membawa perspektif keadilan sosial dan perlindungan ekosistem dalam mengelola sumber daya alam Indonesia, serta memastikan pembangunan berkelanjutan yang tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat luas. Pengalaman panjangnya di dunia perburuhan diharapkan dapat memberikan warna baru dalam upaya menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi hijau di masa depan.

Also Read

Tinggalkan komentar