Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Strategis, Gresik Jadi Titik Fokus

Budi Santoso

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Strategis, Gresik Jadi Titik Fokus

Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan pembangunan awal atau groundbreaking 13 proyek hilirisasi strategis nasional, menandai lompatan besar Indonesia menuju bangsa industri yang berdaulat. Salah satu proyek paling menonjol adalah hilirisasi tembaga dan emas yang dikembangkan oleh MIND ID di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, tepatnya di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan penegasan visi untuk membangun rantai industri yang terintegrasi penuh dari hulu ke hilir. MIND ID akan mendirikan fasilitas Brass Mill, Brass Cup, serta unit manufaktur logam mulia yang memanfaatkan anode slime, sebuah terobosan dalam mengoptimalkan sumber daya mineral nasional.

Tedy Badrujaman, Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, menekankan bahwa hilirisasi ini merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional. "Ini adalah momentum untuk menegaskan arah besar pembangunan nasional bahwa Indonesia memilih untuk berdiri sebagai bangsa industri yang berdaulat," tegasnya. Fokus utama hilirisasi ini adalah menciptakan nilai tambah di dalam negeri, bukan sekadar mengekspor bahan mentah. Proses yang dimulai di JIIPE akan mengubah tembaga menjadi produk utama dan turunan bernilai tinggi, termasuk lumpur anoda yang kaya akan emas dan perak. Logam mulia ini kemudian akan dimurnikan di fasilitas domestik, menghasilkan emas murni tanpa perlu bergantung pada proses di luar negeri. Selain itu, produk turunan tembaga seperti batang dan kawat akan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan sektor manufaktur.

Baca Juga :  Kemendag Revisi Aturan E-commerce Demi Keadilan UMKM

Keberhasilan proyek hilirisasi ini sangat ditopang oleh infrastruktur yang memadai. Jalan Raya Daendels-Manyar yang terhubung langsung dengan KEK Gresik dan memiliki akses mudah ke pelabuhan terintegrasi menjadi tulang punggung operasional. Selain itu, pengembangan infrastruktur logistik internal di dalam kawasan, termasuk jalur lebar dengan right of way (ROW) hingga 80 meter yang menghubungkan langsung fasilitas industri dengan pelabuhan laut dalam JIIPE, memastikan kelancaran arus barang. Jalur ini, yang membentang sekitar 5 kilometer, dirancang untuk mempercepat dan mengefisienkan proses distribusi, menekan biaya logistik, dan mendukung keberlanjutan operasional industri hilir.

PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik, berperan krusial dalam pengembangan infrastruktur kawasan ini. Presiden Direktur BKMS, Bambang Soetiono, menyatakan bahwa pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dan selaras dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong hilirisasi serta meningkatkan efisiensi logistik dan konektivitas. Dengan sinergi antara rantai industri yang terintegrasi dan infrastruktur yang kuat, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas industri nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia. Proyek ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri global dengan mengolah sumber daya alamnya sendiri secara maksimal.

Also Read

Tinggalkan komentar