
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan bersejarah ke Pulau Miangas, Sulawesi Utara, sebuah pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Filipina. Dalam kunjungannya, Prabowo menyatakan dirinya sebagai presiden kedua yang menjejakkan kaki di Miangas, menyusul Presiden ke-7, Joko Widodo, yang meresmikan Bandara Miangas pada Oktober 2016. "Kita bersyukur, saya presiden kedua, Pak Jokowi sudah, Pak Jokowi resmikan bandara ya," ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya Miangas sebagai garda terdepan Indonesia di utara. Prabowo secara tegas berkomitmen untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap Bandara Miangas. "Saya nanti akan perbaiki atau melihara supaya lebih bagus lagi," tegasnya, menunjukkan perhatian serius terhadap infrastruktur vital di wilayah perbatasan.
Bandara Miangas sendiri memiliki sejarah pembangunan yang cukup panjang, dimulai sejak tahun 2012 dengan tujuan utama menghilangkan keterisolasian pulau tersebut. Proyek senilai Rp 205 miliar ini didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meskipun tergolong kecil, bandara ini memiliki peran strategis yang signifikan.
Terminal Bandara Miangas memiliki luas 356 meter persegi, mampu menampung hingga 25 penumpang pada jam sibuk. Fasilitas utamanya adalah landasan pacu sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter, yang dirancang untuk dapat didarati oleh pesawat sejenis ATR-72. Selain itu, bandara ini dilengkapi dengan runway strip seluas 1.400m x 150m dan apron berukuran 130m x 65m, yang mampu menampung tiga unit pesawat secara bersamaan.
Di balik keterbatasan ukurannya, Bandara Miangas menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah. Berbatasan langsung dengan laut biru jernih, dikelilingi pasir putih yang memukau, serta hijaunya vegetasi tropis, bandara ini menyajikan panorama yang memanjakan mata. Kontras antara aspal landasan pacu yang hitam, pasir putih yang bersih, hutan yang rimbun, dan laut yang membiru menciptakan lukisan alam yang menakjubkan, terutama saat dilihat dari udara. Keindahan ini menjadi daya tarik tambahan yang membuat Miangas semakin istimewa.
Perhatian Presiden Prabowo terhadap Bandara Miangas bukan hanya sekadar perbaikan fisik, namun juga mencerminkan pengakuan atas peran strategis pulau ini dalam kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia. Dengan perbaikan yang dijanjikan, diharapkan Bandara Miangas dapat berfungsi lebih optimal dalam mendukung konektivitas, ekonomi, serta pertahanan di wilayah perbatasan utara Indonesia. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan perhatian dan pembangunan di pulau-pulau terluar Indonesia.











