
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang murni untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam pemenuhan gizi. Ia menekankan bahwa memberi makan bagi mereka yang membutuhkan adalah sebuah tindakan sakral dan tidak boleh disalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri. Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo menyusul penetapan mantan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dalam kasus korupsi program MBG.
Dalam acara "Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition" di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, yang dihadiri ribuan peserta dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan mitra program, Prabowo secara lugas menyampaikan keprihatinannya. "Saudara-saudara, masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi. Makan paling gampang dikorupsi," tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo memberikan instruksi detail terkait pelaksanaan program MBG. Ia secara spesifik melarang adanya pengurangan porsi makanan yang diberikan. Sebagai contoh, untuk menu ayam, Prabowo menginstruksikan agar satu ekor ayam tidak boleh dipotong lebih dari 14 bagian. Ia berargumen bahwa pengurangan porsi akan menimbulkan kekecewaan mendalam bagi anak-anak penerima manfaat program. Tindakan mengurangi porsi makanan ini bahkan disebutnya sebagai perbuatan dosa.
"Kalau potong lebih dari 14 dosa, dosa, berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa? Betul? Nanti saya minta ya Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, minta kepala-kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor, ayamnya kecil atau besar. Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang," ujar Prabowo, menunjukkan keseriusannya dalam memantau kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti cara pengolahan telur yang disajikan dalam program MBG. Ia mendapati masih adanya menu telur dadar yang disajikan. Prabowo meminta agar olahan telur hanya berupa telur rebus atau telur ceplok. Ia khawatir jika disajikan dalam bentuk telur dadar, kemungkinan akan dicampur dengan bahan lain seperti tepung yang jumlahnya lebih banyak dari telur itu sendiri, sehingga mengurangi nilai gizinya. "Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya. Jadi telur harus utuh ceplok atau rebus," jelasnya.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam setiap tahapan pelaksanaan program MBG. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, demi tercapainya tujuan utama program, yaitu memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas dengan gizi yang memadai.











