PHK Januari-April 2026 Turun, Menaker Imbau Industri Tetap Tenang

Budi Santoso

PHK Januari-April 2026 Turun, Menaker Imbau Industri Tetap Tenang

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada periode Januari hingga April 2026 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data terbaru yang dirilis melalui situs Satudata Kemnaker mencatat sebanyak 15.425 orang tenaga kerja mengalami PHK dan terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, di mana tercatat 39.092 orang mengalami PHK. Penurunan angka PHK ini menjadi kabar baik di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih melanda.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, dalam pernyataannya mengakui bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini memang masih penuh tantangan. Gejolak geopolitik global, termasuk perang yang masih berlangsung, serta isu-isu globalisasi yang kompleks, turut memberikan tekanan pada perekonomian. Namun, pemerintah mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang dan waspada dalam menghadapi situasi ini. "Ya, sekarang ini kita sedang menghadapi situasi yang memang global, ya. Artinya, pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa," jelas Afriansyah.

Lebih lanjut, Afriansyah menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto yang juga telah mengimbau para pelaku industri untuk tetap tenang dan tidak perlu merasa takut dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan optimisme di tengah situasi global yang dinamis. "Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden. Dan jelas kemarin Presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang. Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu," ujar Afriansyah.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan Dolar AS, Ekonom Beri Solusi Penguatan

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan dampaknya terhadap pasar tenaga kerja di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi para pekerja. Penurunan angka PHK ini diharapkan dapat menjadi indikator positif bahwa berbagai kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah mulai menunjukkan hasil yang efektif dalam mitigasi dampak krisis ekonomi global. Kemnaker juga terus mendorong partisipasi aktif industri dalam program-program pelatihan dan peningkatan keterampilan guna mempersiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan pasar kerja di masa depan. Selain itu, penguatan program JKP juga menjadi salah satu prioritas untuk memberikan jaring pengaman yang lebih kuat bagi para pekerja yang terdampak PHK. Diharapkan dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja, Indonesia dapat melewati berbagai tantangan ekonomi global dengan lebih tangguh.

Also Read

Tinggalkan komentar