
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mengimplementasikan program inovatif dalam pengelolaan sampah plastik di lingkungan internal perusahaan, mengubah limbah menjadi produk bernilai guna. Inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen PGN terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang mencakup tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan fokus pada pengelolaan lingkungan, pelibatan masyarakat, dan pemanfaatan limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular. Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk mengelola sampah, tetapi juga untuk menanamkan kebiasaan berkelanjutan di kalangan karyawan. "Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, kami ingin membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan kesadaran ESG di internal perusahaan, sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat," ujar Fajriyah. Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen PGN dalam memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, PGN menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang dimulai dari pemilahan sampah oleh karyawan, dilanjutkan dengan pengumpulan bersama Kertabumi Recycling Centre, dan diakhiri dengan pengolahan bersama Bank Sampah Al-Bustaniyah. Selain itu, PGN berkolaborasi dengan Kompas, National Geographic (NatGeo) Indonesia, dan Kertabumi Recycling Centre untuk memperluas jangkauan edukasi dan kampanye pengelolaan sampah. "Kami berharap melalui inisiatif ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik," ungkap Fajriyah.
Ikbal Alexander dari Kertabumi Recycling Centre menyoroti urgensi persoalan sampah di Indonesia. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sampah yang tidak terkelola mencapai 109 ton per hari, atau sekitar 75% dari total timbulan sampah. Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik. "Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendorong penerapan ekonomi sirkular yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan," tegas Ikbal. Ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan melalui edukasi, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna adalah langkah yang sangat efektif untuk mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan bernilai guna. Program PGN ini dipandang sebagai inisiatif krusial dalam mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.











