Pertamina Jamin Stok BBM Aman di Tengah Krisis Timur Tengah

Budi Santoso

Pertamina Jamin Stok BBM Aman di Tengah Krisis Timur Tengah

PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan terkendali, bahkan di tengah ketegangan perang di Timur Tengah yang merupakan pemasok minyak dunia. Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin, menjelaskan bahwa situasi global saat ini menghadirkan tantangan luar biasa akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Mengingat sekitar 20-30% kebutuhan energi di Asia, termasuk Indonesia, berasal dari Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz berpotensi menghentikan pasokan sekitar 20% minyak mentah atau produk energi. Hal ini memaksa Pertamina, sebagai fungsi manajemen risiko, untuk melakukan antisipasi dan mitigasi yang matang.

Keterbatasan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah telah memicu persaingan global untuk mencari sumber-sumber minyak baru, menjadikan minyak mentah semakin sulit didapatkan. Ahmad Siddik Badruddin menekankan bahwa tantangan ini tidak hanya dihadapi oleh Pertamina, tetapi juga oleh semua negara di dunia yang memperebutkan pasokan energi yang terhambat di Selat Hormuz. Menghadapi situasi ini, Pertamina telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi untuk menjamin ketersediaan pasokan BBM hingga LPG di seluruh wilayah Indonesia. Upaya ini meliputi pencarian sumber minyak mentah pengganti serta peningkatan produksi dalam negeri.

Pertamina memiliki enam kilang di Indonesia yang siap dimodifikasi mode operasinya untuk menyesuaikan dengan kondisi pasokan global saat ini. Tugas manajemen risiko di Pertamina adalah mengurai dan mengelola berbagai jenis risiko yang muncul. Dalam konteks ini, seluruh Perwira Pertamina, sebutan untuk karyawan perusahaan, memegang peranan krusial dalam menjaga keandalan operasional di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Ahmad Siddik Badruddin menegaskan bahwa setiap Perwira Pertamina, dari Sabang hingga Merauke, memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan kelancaran operasi, mencegah potensi penghentian produksi yang tidak terencana (unplanned shutdown), dan menghindari insiden.

Baca Juga :  Sudaryono Minta HKTI Awasi Program Makan Bergizi dan Bantuan Pertanian

Dengan segala upaya yang telah dilakukan, Pertamina optimis bahwa ketersediaan stok BBM hingga LPG di seluruh Indonesia akan tetap aman dan terkendali, meskipun dunia sedang dilanda krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. Ahmad Siddik Badruddin menyampaikan rasa syukurnya bahwa hingga saat ini, Indonesia belum mengalami kelangkaan energi, dan berharap kondisi ini dapat terus terjaga. Keandalan pasokan energi menjadi prioritas utama Pertamina demi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar