Peninggian Jembatan Buk Wedi Pasuruan Atasi Banjir Pantura

Budi Santoso

Peninggian Jembatan Buk Wedi Pasuruan Atasi Banjir Pantura

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kota Pasuruan untuk memantau langsung progres pembangunan dan penggantian Jembatan Buk Wedi. Kunjungan ini memiliki signifikansi penting, terutama dalam upaya mitigasi risiko banjir yang kerap melanda kawasan jalur pantai utara (pantura) akibat luapan Sungai Petung. Menteri Doddy secara rinci menjelaskan bahwa peninggian jembatan yang kini sedang dikebut ini merupakan solusi strategis untuk mengatasi masalah penyempitan dan pendangkalan sungai yang semakin parah.

Menurut Menteri Doddy, kondisi hulu Sungai Petung yang diduga mengalami kerusakan telah menyebabkan aliran air membawa material seperti kayu saat hujan deras. Material-material ini kemudian tersangkut di bawah jembatan yang lama, menciptakan sumbatan yang menghambat aliran air. Akibatnya, air sungai dengan cepat meluap dan merendam jalan pantura, menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas lalu lintas dan perekonomian. Dengan meninggikan struktur Jembatan Buk Wedi, diharapkan aliran air sungai dapat mengalir lebih lancar ke hilir tanpa hambatan. "Kalau ini kemudian ini jembatannya naik, insyaallah air mengalir deras, nggak akan tertahan oleh jembatan," tegas Menteri Doddy saat berada di lokasi.

Selain fokus pada Jembatan Buk Wedi, Menteri Doddy juga menyoroti kondisi jembatan rel kereta api yang berdekatan di sebelah utara. Ia berpendapat bahwa peninggian jembatan rel kereta api juga perlu dipertimbangkan untuk menyelaraskan dengan ketinggian Jembatan Buk Wedi yang baru. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada lagi hambatan bagi aliran air sungai, baik dari sisi jembatan jalan raya maupun jembatan kereta api. "Kalau ini kemudian ini jembatannya naik, kemudian rel kereta naik, insyaallah air mengalir deras, nggak nggak nggak akan tertahan oleh jembatan maupun rel kereta," ungkapnya, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penanganan banjir.

Baca Juga :  Tol Kayuagung-Palembang-Betung Rampung Q3 2026

Proyek peninggian Jembatan Buk Wedi yang berlokasi di Jalan Raya Ir H Juanda ini telah dimulai sejak bulan April lalu. Menteri Doddy optimis bahwa proyek ini akan selesai sesuai target. Kepala Balai Jalan telah melaporkan bahwa pekerjaan ditargetkan selesai pada bulan September, namun Menteri Doddy memberikan kelonggaran waktu tambahan hingga bulan Oktober 2026. Harapannya, sebelum akhir tahun 2026, khususnya pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), jembatan ini sudah dapat berfungsi secara optimal dan aman untuk dilalui oleh masyarakat. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya meminimalisir risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kelancaran arus transportasi di salah satu jalur logistik terpenting di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar