
Pemerintah RI melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara masif mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pacitan. Menteri PU, Doddy Hanggodo, menyatakan bahwa terobosan seperti penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, penerapan sistem kerja tiga sif, dan penyesuaian metode konstruksi menjadi kunci utama optimalisasi pekerjaan. Target ambisius ditetapkan, yaitu seluruh pembangunan SR harus tuntas pada akhir Juni tahun ini, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan fasilitas pendidikan tersebut tepat waktu, sesuai jadwal, dan dengan kualitas terjamin melalui pengerjaan yang efektif serta efisien. Menteri PU menekankan bahwa penyelesaian pembangunan SR bukan sekadar target, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas dan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.
Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah SR Jawa Timur 2 di Kabupaten Pacitan, yang berlokasi di Kelurahan Sidoharjo. Pembangunan di lahan seluas 7,7 hektare ini melibatkan sekitar 816 pekerja dan anggaran sebesar Rp 226 miliar. Proyek ini mencakup 17 massa gedung, di mana 14 unit diperuntukkan bagi ruang kelas, asrama, dan rumah susun guru, sementara tiga unit sisanya difungsikan sebagai rumah genset, rumah pompa, tempat ibadah, dan sarana pendukung lainnya. Hingga kini, pembangunan SR di Pacitan telah mencapai progres 50,47 persen, dengan peningkatan harian berkisar antara 1 hingga 2 persen. Ahmad Fadrian, Engineering PT Brantas Abipraya (Persero) yang bertanggung jawab atas proyek ini, mengakui bahwa kondisi geografis Pacitan yang berbukit dan pesisir menjadi tantangan tersendiri. Namun, tim proyek tetap bersemangat mengejar tenggat waktu. Untuk mengatasi kendala logistik, material didatangkan langsung dari daerah tetangga seperti Solo dan Madiun. Sistem kerja tiga sif diterapkan, bahkan pengecoran dilakukan hingga dini hari dan pagi hari untuk memaksimalkan progres pengerjaan, menunjukkan dedikasi penuh dalam menyelesaikan proyek vital ini sesuai target yang telah ditetapkan demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.











