
PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) mencatat kontribusi signifikan kepada negara sebesar Rp 1,73 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group dalam mendukung pembangunan nasional, yang pada gilirannya memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Corporate Secretary PT Pelindo TPK, Widyaswendra, menegaskan bahwa kontribusi ini merupakan wujud kepatuhan perusahaan terhadap regulasi dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Rincian kontribusi tersebut mencakup setoran pajak sebesar Rp 1,45 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp 55,59 miliar, serta pembayaran konsesi sebesar Rp 224,5 miliar. Dari total pajak yang disetorkan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp 485,45 miliar. Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 menyumbang Rp 360,13 miliar, dan PPh Pasal 21 sebesar Rp 267,35 miliar. Angka-angka ini menunjukkan peran aktif PT Pelindo TPK dalam memenuhi kewajiban fiskal negara.
Widyaswendra menyampaikan optimisme perusahaan terhadap prospek sektor kepelabuhanan di masa depan. Peningkatan aktivitas logistik dan perdagangan diprediksi akan terus menjadikan sektor ini sebagai salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Efisiensi layanan terminal petikemas yang terus ditingkatkan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas, seperti menekan biaya logistik nasional, mempercepat distribusi barang, memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar global, serta secara berkelanjutan meningkatkan penerimaan negara.
Pandangan optimis ini diperkuat oleh data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pada triwulan IV tahun 2025, sektor transportasi dan pergudangan nasional tercatat mengalami pertumbuhan yang impresif sebesar 8,98 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menggarisbawahi peran vital sektor logistik sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian nasional. PT Pelindo TPK, dengan kontribusinya yang besar, secara langsung turut serta dalam upaya memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi bangsa. Komitmen perusahaan terhadap kepatuhan dan efisiensi diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar lagi bagi Indonesia di masa mendatang.











