
Jajaran Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) baru-baru ini melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam rangka persiapan pelaksanaan Kongres SEMMI ke IX yang akan diselenggarakan di Banten. Pertemuan strategis ini berfokus pada penguatan kemandirian pangan nasional, sebuah agenda krusial yang dinilai menjadi pilar utama ketahanan dan kedaulatan bangsa. PB SEMMI memandang kolaborasi antara pemerintah dan kalangan mahasiswa sebagai kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya pemerintah dalam mendorong swasembada pangan, khususnya pada komoditas beras. "Kami mengapresiasi capaian swasembada beras yang telah diraih. Ini langkah penting menuju kedaulatan pangan nasional. Ke depan, kami berharap tidak hanya beras, tetapi seluruh sektor pangan bisa kita penuhi secara mandiri tanpa bergantung pada impor," ujar Bintang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi ambisi SEMMI untuk melihat Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga berdaulat penuh atas pangan.
Dalam audiensi tersebut, PB SEMMI tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memaparkan serangkaian program strategis yang telah dirancang. Salah satu program unggulan yang dipresentasikan adalah pengembangan petani milenial. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian, sebuah langkah proaktif untuk memastikan regenerasi petani dan mendorong inovasi di sektor pangan. Diharapkan, program ini tidak hanya akan memperkuat produktivitas pertanian nasional, tetapi juga memicu lahirnya ide-ide segar dan solusi inovatif untuk tantangan pangan di masa depan.
Sebagai bagian dari implementasi program petani milenial, PB SEMMI berencana untuk menggelar panen raya bawang di Bima, Nusa Tenggara Barat. Acara ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan. "Kami telah mengundang Bapak Zulkifli Hasan untuk hadir dalam panen raya bawang di Bima sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan petani milenial yang kami gagas," ungkap Bintang. Kehadiran Menko Pangan diharapkan dapat memberikan dorongan moral dan pengakuan terhadap upaya mahasiswa dalam memajukan sektor pertanian.
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menyatakan kesediaannya untuk turut memeriahkan Kongres SEMMI ke IX yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 Juli 2026 di Banten. Dalam agenda kongres tersebut, Zulkifli Hasan dijadwalkan untuk membuka program tebus murah pangan. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya dari kalangan yang membutuhkan, agar dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, meringankan beban ekonomi keluarga.
Kongres SEMMI ke IX ini diharapkan menjadi momentum penting bagi konsolidasi nasional para mahasiswa. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dan sinergi untuk memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap isu-isu strategis bangsa, dengan fokus utama pada sektor pangan yang merupakan fondasi utama ketahanan dan kedaulatan nasional. Melalui berbagai program dan diskusi yang akan diselenggarakan, SEMMI bertekad untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan dan berdaulat.











