
PT Palma Serasih Tbk (PSGO) secara proaktif mengidentifikasi sejumlah tantangan krusial yang berpotensi memengaruhi industri sawit pada tahun 2026. Di antara tantangan tersebut, perubahan iklim menjadi perhatian utama, diikuti oleh kenaikan harga pupuk yang signifikan dan keterbatasan tenaga kerja yang semakin terasa. Manajemen perseroan dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (22/5/2026), secara gamblang menyatakan bahwa faktor cuaca ekstrem, khususnya curah hujan yang tinggi, telah berdampak langsung pada penurunan produksi tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah (CPO) dibandingkan periode sebelumnya. Realisasi produksi TBS inti dan plasma tercatat sebesar 480,8 ribu ton, sementara produksi CPO mencapai 140,2 ribu ton, dan palm kernel (PK) sebanyak 21,6 ribu ton.
Meskipun menghadapi tantangan produksi, PT Palma Serasih Tbk berhasil membukukan kinerja finansial yang mengesankan. Laba bersih yang diraih pada tahun 2025 mencapai Rp442,8 miliar, menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 26,3 persen secara tahunan. Peningkatan laba ini didukung oleh kombinasi faktor positif, yaitu membaiknya harga jual CPO dan PK di pasar global, serta efisiensi dalam pengelolaan beban keuangan perseroan.
Astrida Niovita Bachtiar, Director & Corporate Secretary PT Palma Serasih Tbk, menekankan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat efisiensi operasional sebagai strategi utama dalam menjaga kinerja di tengah dinamika industri global yang penuh tekanan. "Kami juga melakukan disiplin pengelolaan biaya sehingga kinerja perseroan tetap terjaga," tegas Astrida.
Menyongsong tahun 2026, PT Palma Serasih Tbk telah menetapkan target produksi yang ambisius. Perseroan menargetkan produksi CPO dapat mencapai 181,7 ribu ton, yang berarti ada peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Selain itu, produksi TBS inti dan plasma juga diproyeksikan mengalami kenaikan menjadi 579,9 ribu ton.
Meskipun menyadari adanya tantangan, perseroan tetap optimis terhadap prospek industri sawit di masa mendatang. Peningkatan konsumsi minyak nabati global dan keberlanjutan program biodiesel di dalam negeri menjadi faktor pendorong utama optimisme ini. Namun demikian, perusahaan juga secara cermat mengantisipasi potensi tantangan lain yang mungkin timbul, seperti perubahan regulasi global yang dinamis dan tuntutan keberlanjutan yang semakin ketat dari berbagai pemangku kepentingan.
Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, PT Palma Serasih Tbk akan mengandalkan serangkaian strategi inovatif. Optimalisasi area tanam yang sudah ada, peningkatan produktivitas kebun melalui praktik agronomi terbaik, penerapan mekanisasi operasional untuk efisiensi, serta integrasi teknologi di seluruh rantai produksi menjadi pilar utama dalam upaya menjaga daya saing.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham, perseroan telah menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp113,1 miliar, atau setara dengan Rp6 per saham, yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi para investornya, sekaligus menunjukkan kepercayaan diri terhadap kesehatan finansial dan prospek bisnis di masa depan.











