
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan perlunya diversifikasi sumber pembiayaan guna mendongkrak target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyoroti bahwa ketergantungan semata pada sektor perbankan tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan yang masif dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan data Bappenas, Indonesia diproyeksikan membutuhkan dana sekitar Rp 8.600 triliun pada tahun 2027 untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Oleh karena itu, inovasi dan pengembangan instrumen pembiayaan alternatif menjadi krusial.
Dalam upaya tersebut, OJK menempatkan pendalaman pasar keuangan sebagai salah satu prioritas utama. Salah satu instrumen yang digalakkan adalah pengembangan pasar modal, termasuk penerbitan obligasi daerah yang diharapkan dapat membiayai pembangunan di tingkat regional. Lebih lanjut, OJK juga mendorong peningkatan pembiayaan di sektor jasa keuangan secara keseluruhan, memperkuat ekosistem pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mengembangkan ekonomi hijau melalui pemanfaatan nilai ekonomi karbon dan prinsip keuangan berkelanjutan.
Fokus OJK tidak berhenti di situ. Pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas, penguatan sektor jasa keuangan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi agenda penting untuk mendukung akselerasi ekonomi nasional. Friderica menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih di bawah potensi ideal yang dibutuhkan untuk mentransformasi Indonesia menjadi negara maju.
Untuk itu, sektor jasa keuangan diminta untuk mengambil peran yang lebih strategis, tidak hanya sebagai wadah investasi, tetapi juga sebagai pilar utama penyedia pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional. Di samping itu, OJK juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan ekonomi daerah. Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang kini telah menjangkau 40 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, memfokuskan diri pada sektor-sektor unggulan seperti agrikultur, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Friderica menggarisbawahi bahwa kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mengubah potensi daerah menjadi keunggulan produktif yang memberikan dampak nyata. Program PED diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi, produktivitas, penyerapan tenaga kerja, volume ekspor, hingga pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, OJK mengingatkan pentingnya menjaga optimisme terhadap prospek perekonomian nasional dengan terus memperkuat peran ekonomi daerah sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat terus bergerak maju menuju pencapaian target pembangunannya.











