
PT Bank OCBC NISP Tbk melaporkan penyaluran kredit sebesar Rp171 triliun pada kuartal I 2026, yang menjadi penopang laba bersih bank sebesar Rp1,36 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan laba sebesar 5 persen secara tahunan, sebuah pencapaian signifikan di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa. Pertumbuhan kredit ini mengindikasikan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun pengembangan usaha, tetap tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Kualitas kredit yang terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 2,1 persen menegaskan bahwa OCBC NISP tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Hal ini penting untuk memastikan kesehatan portofolio kredit bank dan meminimalkan risiko.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp226,4 triliun. Menariknya, porsi tabungan dan giro mengalami peningkatan, yang dapat diartikan sebagai kecenderungan masyarakat untuk menyimpan dana di instrumen yang lebih likuid. Perilaku ini umum terjadi ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, di mana masyarakat lebih memilih akses cepat terhadap dana mereka.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit yang positif ini mencerminkan komitmen kuat bank dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian Indonesia. "Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian," ujar Parwati. Pernyataan ini menekankan peran strategis bank dalam menggerakkan roda ekonomi melalui penyediaan likuiditas yang memadai.
Selain pertumbuhan kredit, pergeseran perilaku nasabah juga terlihat jelas pada transaksi digital. Nilai transaksi melalui kanal elektronik mengalami pertumbuhan sekitar 15 persen, seiring dengan meningkatnya adopsi layanan mobile banking. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman dan terbiasa menggunakan teknologi digital untuk berbagai kebutuhan perbankan mereka.
Meskipun terdapat pertumbuhan di berbagai lini, kondisi ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masih terus bergerak. Namun, masyarakat dan pelaku usaha cenderung mengambil sikap yang lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan mereka, memilih instrumen yang lebih aman dan likuid, serta memanfaatkan kemudahan transaksi digital. OCBC NISP terus beradaptasi dengan dinamika pasar ini, memastikan layanan perbankan yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan nasabah.











