
PT Nindya Karya (Persero) secara agresif mempercepat pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai wilayah strategis di Indonesia, mencakup Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Upaya percepatan ini dilakukan dengan strategi komprehensif, termasuk penambahan signifikan jumlah tenaga kerja, mencapai sekitar 700 orang, dan penerapan sistem kerja double shift yang efisien. Langkah ini diambil demi memastikan proyek Sekolah Rakyat dapat rampung tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan, mengingat urgensi dan prioritas proyek ini sebagai bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Program ini memiliki fokus ganda pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses pendidikan berkualitas di seluruh penjuru negeri melalui inisiatif pendidikan gratis.
Komisaris Utama Nindya Karya, Michael Umbas, menegaskan pentingnya keseriusan dalam pelaksanaan proyek Sekolah Rakyat, mengingat dampak langsungnya terhadap kemajuan masyarakat. Ia secara eksplisit menekankan bahwa setiap kendala yang muncul di lapangan harus ditangani dengan sigap dan terkoordinasi secara efektif. "Setiap kendala harus direspons terbuka, dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, dan diselesaikan dengan solusi yang tepat. Target penyelesaian harus tetap dijaga," ujar Michael dalam keterangan tertulisnya.
Dalam rangka memantau dan memastikan kelancaran proyek, Michael Umbas turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar pada Sabtu (2/5). Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, sembari tetap memprioritaskan standar kualitas konstruksi tertinggi, tata kelola proyek yang baik, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat.
Secara rinci, lingkup pekerjaan dalam pembangunan Sekolah Rakyat di kedua wilayah ini mencakup implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, pekerjaan persiapan lahan yang matang, pekerjaan struktur yang kokoh, pekerjaan arsitektur yang fungsional, pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing yang terintegrasi, serta penyediaan fasilitas furniture yang memadai. Di Kabupaten Takalar, proyek ini direalisasikan di atas lahan seluas kurang lebih 58.910 m², sementara di Kota Makassar, pembangunan dilakukan di area yang lebih luas, yaitu sekitar 71.239 m².
Michael menjelaskan bahwa proyek di Takalar saat ini berada dalam tahap penyelesaian dengan sisa waktu pengerjaan yang ada. Untuk menjamin pencapaian target, tim proyek telah menginisiasi berbagai langkah percepatan, termasuk penambahan tenaga kerja hingga sekitar 700 orang dan penerapan sistem kerja double shift. Ia mengingatkan pentingnya penyelesaian proyek secara tepat waktu tanpa perlu mengajukan perpanjangan, dengan tetap menjaga integritas kualitas pekerjaan dan aspek keselamatan kerja.
Sementara itu, di Kota Makassar, progres pembangunan Sekolah Rakyat tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan proyek di Takalar. Dengan sisa waktu yang tersedia, optimisme untuk menyelesaikan proyek tepat waktu sangatlah tinggi. Meskipun progresnya relatif lebih baik, Michael Umbas tetap mendorong percepatan lebih lanjut melalui penambahan tenaga kerja yang terarah dan optimalisasi distribusi material, serta penyelesaian isu-isu teknis yang mungkin muncul di lapangan. "Kami melihat komitmen tim di lapangan cukup baik. Ini harus terus dijaga dan diperkuat agar target penyelesaian tercapai sesuai rencana," pungkas Umbas, menegaskan komitmen Nindya Karya dalam mewujudkan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.











