MSCI Coret 18 Saham RI, Investor Asing Jual Bersih Rp 1,53 T

Budi Santoso

MSCI Coret 18 Saham RI, Investor Asing Jual Bersih Rp 1,53 T

Investor asing secara agresif menarik dana dari pasar modal Indonesia, memicu aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp 1,53 triliun pada perdagangan Rabu (13/5). Fenomena ini terjadi menyusul pengumuman pencoretan 18 saham Indonesia dari indeks bergengsi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Akibatnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun tertekan dan ditutup melemah 1,98% ke level 6.723,32.

Data perdagangan RTI Business mencatat bahwa aksi jual bersih ini mayoritas menyasar saham-saham kategori blue chip, yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan IHSG. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi sasaran jual terbesar, dengan total net foreign sell mencapai Rp 273,55 miliar. Menyusul di posisi kedua, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalami net foreign sell sebesar Rp 139,8 miliar.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati urutan ketiga dengan net foreign sell Rp 123,7 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak luput dari aksi jual investor asing, mencatat net foreign sell senilai Rp 91,8 miliar. Posisi kelima ditempati oleh saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dengan net foreign sell Rp 62,7 miliar.

Pelemahan IHSG yang signifikan ini umumnya dipicu oleh kekhawatiran investor asing terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI. Para investor internasional seringkali menjadikan indeks MSCI sebagai tolok ukur utama dalam pengambilan keputusan investasi mereka.

Baca Juga :  Indonesia Amankan 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa pencoretan saham dari indeks MSCI dapat menghilangkan daya tarik saham-saham tersebut di mata investor asing. "Adapun pengumuman ini menjadi sentimen negatif bagi IHSG sebab saham-saham yang dihapus ini kemungkinan besar akan kehilangan daya tarik di mata investor asing yang hanya berpatokan pada indeks MSCI," ujarnya kepada detikcom.

Hilangnya saham-saham unggulan dari indeks MSCI Global Standard Index ini dipandang sebagai sinyal negatif yang dapat mengurangi likuiditas dan minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Volume transaksi pada perdagangan Rabu kemarin tercatat sebanyak 38,94 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 19,79 triliun, menunjukkan adanya aktivitas jual beli yang cukup tinggi namun diwarnai oleh dominasi aksi jual investor asing. Dampak pencoretan dari indeks MSCI ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar, mengingat peran penting investor asing dalam dinamika pasar modal domestik.

Also Read

Tinggalkan komentar