MPMX: Pendapatan Turun 4%, Laba Bersih Naik 8% di Kuartal I 2026

Budi Santoso

MPMX: Pendapatan Turun 4%, Laba Bersih Naik 8% di Kuartal I 2026

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp 4 triliun pada kuartal I 2026, menandai penurunan 4% secara tahunan. Meskipun demikian, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba kotor sebesar 3% YoY menjadi Rp 365 miliar, dengan margin yang membaik dari 8,5% menjadi 9,1%. Laba usaha juga menunjukkan tren positif, meningkat 6% YoY menjadi Rp 193 miliar, berkat peningkatan efisiensi operasional yang tercermin dari margin laba usaha yang naik menjadi 4,8% dari 4,3%. Puncak kinerja trimestre pertama ini ditutup dengan kenaikan laba bersih sebesar 8% YoY menjadi Rp 173 miliar, dan margin laba bersih yang menguat menjadi 4,3% dari 3,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dinamika kinerja MPMX pada kuartal I 2026 menunjukkan variasi antar segmen bisnis, dengan fokus utama pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi operasional. Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatat kinerja yang beragam. Bisnis distribusi penjualan sepeda motor mengalami penurunan pendapatan sebesar 5% YoY, namun diimbangi oleh pertumbuhan di bisnis ritel sebesar 3% YoY. Pendapatan purna jual pada bisnis distribusi justru meningkat 4% YoY, meskipun mengalami penurunan tipis 2% YoY pada bisnis ritel. Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen ini terkoreksi 3% YoY menjadi Rp 3.797 miliar. Namun, laba kotor segmen ini naik 2% YoY menjadi Rp 321 miliar, dengan margin yang membaik menjadi 8,5% dari 8,0%, menunjukkan pengelolaan biaya yang lebih optimal dan kontribusi positif dari lini ritel dan purna jual.

Baca Juga :  IESR: PLTS 100 GW Perlu 'Quick Wins' Demi Target Nasional

Segmen bisnis asuransi, MPMInsurance, mencatat penurunan pendapatan sebesar 17% YoY menjadi Rp 204 miliar, terutama akibat kontribusi yang menurun pada lini kendaraan bermotor dan properti. Meski begitu, kinerja operasional menunjukkan perbaikan signifikan, dengan penurunan biaya pendapatan sebesar 22% YoY yang mendorong peningkatan hasil layanan asuransi sebesar 10% YoY menjadi Rp 44 miliar. Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, juga menginformasikan bahwa hasil investasi segmen ini melonjak 34% YoY menjadi Rp 12 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan lainnya.

Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent menunjukkan aktivitas operasional yang lebih moderat, dengan pendapatan menurun 4% YoY menjadi Rp 368 miliar. Namun, laba kotor segmen ini justru meningkat pesat 9% YoY menjadi Rp 83 miliar, dengan margin laba kotor yang membaik signifikan menjadi 22,6% dari 19,9%. Peningkatan ini, menurut Beatrice Kartika, didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas.

Sementara itu, segmen bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia, mengalami penurunan pendapatan sebesar 43% YoY. Penurunan ini sejalan dengan strategi Perseroan yang lebih selektif dan berfokus pada kualitas aset. Langkah strategis ini turut diikuti dengan penurunan beban operasional sebesar 40% YoY menjadi Rp 160 miliar, serta penurunan beban provisi dan biaya terkait aset, sehingga rugi bersih berhasil ditekan sebesar 23% YoY menjadi Rp 38 miliar.

Baca Juga :  Rupiah Anjlok Jelang Pengumuman MSCI, Pasar Waspadai Rebalancing Indeks

Meskipun tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I 2026, MPMX optimis dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan. Fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan.

Also Read

Tinggalkan komentar