Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap, Fokus Drainase

Budi Santoso

Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap, Fokus Drainase

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap yang berlokasi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek teknis penanganan, mulai dari stabilitas kawasan hingga percepatan konstruksi, berjalan secara optimal di lapangan. Dody secara khusus menekankan pentingnya penanganan drainase yang efektif dan pengendalian aliran air di area proyek. Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas kawasan pembangunan adalah kunci agar pekerjaan konstruksi tidak terhambat oleh masalah teknis yang berkaitan dengan air. "Pastikan teknik penanganan aliran airnya berjalan baik. Jangan sampai drainase di area sekolah terganggu dan berdampak pada pekerjaan konstruksi," ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Senin (11/5/2026).

Kondisi geografis lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap memang menjadi perhatian utama. Kawasan ini diketahui memiliki tingkat kejenuhan air tanah yang cukup tinggi, terutama ketika curah hujan meningkat. Selain itu, terdapat pula limpasan air (outflow) yang berasal dari sistem drainase dua balai pembibitan yang berada di sekitar lokasi, yaitu balai pembibitan ikan dan balai pembibitan pertanian. Kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran pekerjaan konstruksi jika tidak ditangani dengan baik.

Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait, yang juga menjabat sebagai Koordinator Satgas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, mengakui bahwa aliran air tersebut sempat memberikan pengaruh terhadap area pekerjaan konstruksi. Namun, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak balai pembibitan serta pemerintah daerah setempat. Koordinasi ini berhasil menghasilkan solusi untuk mengalihkan aliran air ke saluran drainase yang terletak di depan lokasi proyek, sehingga tidak mengganggu sistem irigasi yang sudah ada.

Baca Juga :  RAJA: Pendapatan Turun, Laba Bersih Naik di Kuartal I 2026

Untuk mendukung upaya percepatan pekerjaan konstruksi, Balai Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan (BTBGPL) telah memberikan rekomendasi strategis. Salah satu rekomendasi tersebut adalah pembangunan subdrain sepanjang 100 meter. Pembangunan subdrain ini diharapkan dapat membantu dalam pelepasan air dari lapisan tanah di area pembangunan secara lebih efektif. "Material untuk pekerjaan subdrain sudah kami pesan dan diharapkan segera tiba agar pemasangan dapat langsung dilakukan di lapangan," ujar Nanda, menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

Lebih lanjut, Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan, Kuswara, merinci strategi penanganan drainase yang sedang dilaksanakan. Penanganan ini mencakup pembangunan saluran sementara berupa pekerjaan galian yang diposisikan sejajar dengan area proyek. Di sisi utara lokasi, juga akan dipasang saluran U-Ditch yang dirancang untuk mengarahkan aliran air menuju sisi barat area proyek. "Untuk mempercepat pelepasan air yang terperangkap di permukaan tanah dan menjaga kelancaran pekerjaan konstruksi, kami juga memasang pompa submersible aktif di sejumlah titik area proyek," jelas Kuswara. Penggunaan pompa submersible ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan genangan air tidak menghambat aktivitas konstruksi.

Kunjungan Menteri PU yang dilaksanakan pada Minggu (10/5) kemarin ini menegaskan komitmen Kementerian PU untuk terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap. Upaya percepatan ini dilakukan melalui implementasi pekerjaan konstruksi paralel dan penanganan teknis yang cermat di lapangan, demi memastikan seluruh tahapan pembangunan dapat terselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp 18.000, BI Lakukan Intervensi Intensif

Also Read

Tinggalkan komentar