Menteri PU Larang ASN Pamer Kekayaan, Hina Program Pemerintah

Budi Santoso

Menteri PU Larang ASN Pamer Kekayaan, Hina Program Pemerintah

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengeluarkan peringatan tegas kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungannya agar tidak melakukan "flexing" atau pamer kekayaan di media sosial. Beliau menggarisbawahi bahwa gaya hidup mewah yang dipamerkan tidak pantas di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih berjuang. Dody menekankan bahwa ASN digaji dari uang rakyat melalui pajak, sehingga perilaku pamer kekayaan dapat menyakiti perasaan masyarakat yang berkontribusi pada pendapatan negara. "Nggak usah pakaiflexing-flexingan.Kecuali kalau rakyat dan bangsa Indonesia ini90% plus-plussudah beradadi masyarakat yangmenengah ke atas, boleh lah kalau mau flexing model apapun," ujar Dody saat memberikan arahan kepada ASN Kementerian PU di Jakarta Selatan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Lebih lanjut, Dody mengungkapkan bahwa ia telah memanggil beberapa ASN Kementerian PU yang sedang menempuh studi di London, Inggris, terkait isu ini. Beliau menegaskan bahwa jika ada ASN yang tetap ingin memamerkan kekayaannya di media sosial, maka mereka harus bersedia mundur dari statusnya sebagai ASN. "Tapi dengan kondisiIndonesia seperti hari inidan adik-adik itumendapatkanbulanannya dari merekalewat pajak-pajak mereka, sekolah juga biayaimereka langsung maupun tidak langsung. Kan kalau flexing menyakiti mereka.Itu yang kita panggil yang dariLondon kan itu.Kita panggil dari London. Kalau mau flexing bolehtapi jangan jadi ASN, yang larang saya," tegasnya.

Selain larangan flexing, Dody juga melarang keras ASN Kementerian PU untuk menghina program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini memiliki tujuan strategis untuk mendukung upaya pengentasan stunting dan mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Dody menduga banyak pegawai muda yang belum sepenuhnya memahami visi besar di balik program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh. "Jangan menghinaprogram prioritas pemerintah, kecualiadik-adikngerti dengan detail apa sih maksudnya Pak Presidenbikin MBG. Ngerti dengan detail loh ya, bukan hanya sekedar ngerti-ngertian. Pernah tau nggak itu adaupaya untuk pengetasan stunting?Ujung-ujungnyacuma satu, bagaimana Indonesia Emas2045 bisa benar-benarterwujud," tutup Dody. Pernyataan ini menegaskan komitmen Kementerian PU untuk menjaga etika ASN dan mendukung program-program strategis pemerintah demi kemajuan bangsa.

Baca Juga :  WFH Seminggu Sekali Lanjut 2 Bulan, Airlangga Lapor Prabowo

Also Read

Tinggalkan komentar