
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya desakan dari sejumlah senior untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah situasi krisis geopolitik yang sedang berlangsung. Namun, Bahlil menegaskan bahwa usulan tersebut dianggapnya tidak rasional dan tidak berlandaskan pada prinsip pengabdian kepada rakyat. Pernyataan ini disampaikan Bahlil di sela-sela penutupan acara rapimnas dan rakernas SOKSI di Bandung pada Sabtu malam (16/5/2026).
"Dalam konteks krisis geopolitik yang terkait dengan energi, banyak perdebatan-perdebatan yang sebagian oleh senior-senior kita juga meminta kepada saya untuk menaikkan harga BBM. Saya bilang, ini senior-senior ini gimana sih sebenarnya?" ujar Bahlil dengan nada heran. Ia merasa kebingungan dengan logika di balik usulan tersebut, mengingat Partai Golkar, yang juga dipimpinnya sebagai Ketua Umum, selalu mengajarkan pentingnya pemerintah untuk memikirkan kesejahteraan rakyat.
Bahlil secara tegas mempertanyakan rasionalitas para senior yang mendorong kenaikan harga BBM di saat rakyat sedang menghadapi kesulitan. Menurutnya, tindakan menaikkan harga BBM ketika kondisi ekonomi masyarakat sedang tertekan adalah tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur partai. "Katanya kita diajarkan oleh Golkar harus memikirkan rakyat. Masa rakyat lagi susah, kita mau menaikkan harga BBM. Saya pikir kadang-kadang rasionalitasnya itu udah, mungkin tidak berproses baik kali ya," ungkapnya.
Keputusan Bahlil untuk menolak usulan kenaikan harga BBM ini menunjukkan komitmennya terhadap prinsip pro-rakyat dan pemahaman mendalam tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa di masa-masa sulit seperti sekarang, pemerintah seharusnya mencari solusi yang meringankan beban rakyat, bukan justru menambahnya. Langkah ini juga mencerminkan integritasnya dalam menjalankan amanah sebagai menteri yang bertanggung jawab atas sektor energi, di mana kebijakan harga BBM memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Lebih lanjut, Bahlil menyiratkan bahwa usulan tersebut mungkin muncul dari pemikiran yang kurang matang atau tidak melalui proses pertimbangan yang memadai di internal partai. Sebagai pemimpin Partai Golkar, ia memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil sejalan dengan visi dan misi partai, yang salah satunya adalah keberpihakan kepada rakyat. Dengan menolak desakan tersebut, Bahlil telah menunjukkan kepemimpinannya yang tegas dan berprinsip, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Situasi krisis geopolitik memang kerap kali menimbulkan tekanan ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi. Namun, respons pemerintah terhadap tekanan tersebut menjadi krusial. Bahlil Lahadalia, melalui sikapnya ini, memberikan sinyal bahwa pemerintahannya akan berupaya keras untuk menjaga stabilitas harga BBM demi melindungi daya beli masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi rakyat dan mencegah dampak inflasi yang lebih luas akibat kenaikan harga BBM. Penolakan terhadap usulan kenaikan harga BBM ini merupakan bukti nyata bahwa prioritas utama pemerintah adalah kesejahteraan rakyat.











