Mentan Buka Gudang Beras, Mahasiswa Bisa Cek Stok 5,2 Juta Ton

Budi Santoso

Mentan Buka Gudang Beras, Mahasiswa Bisa Cek Stok 5,2 Juta Ton

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengundang mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan inspeksi langsung ke gudang-gudang penyimpanan beras milik pemerintah. Langkah ini diambil sebagai wujud transparansi pemerintah terkait cadangan pangan nasional yang diklaim mencapai angka fantastis, yaitu 5,2 juta ton. Amran menegaskan bahwa seluruh gudang beras di Tanah Air terbuka lebar bagi mahasiswa yang ingin memverifikasi kebenaran data stok tersebut. "BEM seluruh Indonesia, kami bebaskan bertanya kepada gudang-gudang karena gudang kita sudah full, itu stok beras kita tertinggi selama (Indonesia) merdeka, itu 5,2 juta ton," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).

Angka 5,2 juta ton ini merupakan rekor tertinggi cadangan beras nasional sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya, cadangan pemerintah hanya berkisar pada angka 2,6 juta ton. Peningkatan drastis ini dicapai meskipun kapasitas gudang nasional yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton. "Kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang 5 juta ton. Ini luar biasa," imbuh Amran, menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan penyimpanan beras.

Lebih lanjut, Amran menekankan bahwa capaian stok beras nasional yang melimpah ini diraih sepenuhnya tanpa melalui kebijakan impor. Ia menegaskan bahwa seluruh proses persetujuan impor harus melalui dirinya selaku Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan. "Ada yang mengatakan, ini diragukan. Gimana diragukan? Impor tidak ada. Tanda tangannya kan (persetujuan impor) dari saya dengan Menteri Perdagangan. Tidak ada (impor beras), clear, kan?," tegasnya, membantah spekulasi adanya pasokan dari luar negeri.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp 18.000, BI Siap Jaga Stabilitas Rupiah

Keberhasilan peningkatan produksi dan cadangan pangan nasional ini tidak hanya didasarkan pada klaim pemerintah, tetapi juga didukung oleh data dari lembaga independen yang kredibel. Badan Pusat Statistik (BPS), Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), serta Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) turut memberikan konfirmasi atas capaian tersebut. Laporan-laporan internasional ini, menurut Amran, menjadi bukti nyata keberhasilan peningkatan produksi dan cadangan pangan nasional, sehingga keraguan terhadap data stok beras pemerintah dinilai tidak berdasar. Ia menyoroti adanya pihak-pihak yang sengaja meragukan capaian swasembada pangan yang telah diraih. "Mereka yang mengatakan (tidak swasembada). Masa ahli pertanian sedunia mau disalahkan oleh satu orang individu oknum? Enggak mungkin," pungkasnya, mengindikasikan adanya upaya pembelokan opini publik.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya keras untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat. Dengan stok beras yang melimpah dan tanpa adanya impor, Indonesia menunjukkan kemampuannya dalam menjaga ketahanan pangan. Keterbukaan terhadap pengecekan oleh mahasiswa diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam mengelola cadangan pangan nasional secara akuntabel dan transparan. Hal ini sekaligus menjadi momentum bagi para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam mengawal kebijakan pangan nasional dan memberikan masukan konstruktif demi kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar