
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa "orang desa tidak pakai dolar". Purbaya menjelaskan bahwa pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo saat kunjungan kerja ke Jawa Timur dengan tujuan untuk menghibur masyarakat desa agar tidak terlalu khawatir dengan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Menurut Purbaya, Presiden Prabowo memahami pentingnya nilai tukar dolar, namun dalam konteks tersebut, pernyataan itu disampaikan semata-mata untuk memberikan hiburan. Ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut menjadi ramai karena disebarkan secara luas, padahal ia meyakini dampak pelemahan nilai tukar dolar AS tidak separah itu bagi masyarakat di pedesaan. Purbaya berargumen bahwa media dan penyebaran informasi di berbagai platform yang membuat isu tersebut menjadi besar, sementara bagi masyarakat desa, dampak langsung dari fluktuasi nilai tukar dolar memang dirasa tidak terlalu signifikan.
Lebih lanjut, Purbaya juga mengomentari potensi dampak imported inflation atau inflasi yang berasal dari kenaikan harga barang impor akibat pelemahan rupiah. Ia mencontohkan kasus kenaikan harga kacang kedelai yang diimpor, yang berujung pada kenaikan harga tempe dan tahu. Namun, Purbaya berpendapat bahwa dampak imported inflation tidak akan signifikan dan bahkan meragukan konsep tersebut sebagai dampak yang pasti terjadi. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga akibat imported inflation seringkali tidak terjadi secara langsung dan memiliki jeda waktu (delay). Terkadang, sebelum harga barang impor yang berdampak pada masyarakat mengalami kenaikan, pelemahan nilai tukar itu sendiri sudah mereda. Purbaya mengacu pada literatur ekonomi yang menyatakan bahwa keberadaan imported inflation terkadang tidak sejelas yang dibayangkan, bahkan ada beberapa teori yang meragukannya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang sempat menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus angka Rp 17.500. Namun, beliau menekankan bahwa kondisi tersebut masih terkendali. Presiden Prabowo juga berpandangan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar AS tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh masyarakat, terutama yang tinggal di desa. Ia menilai bahwa dampak pelemahan rupiah lebih banyak dirasakan oleh kelompok masyarakat yang sering bertransaksi atau bepergian ke luar negeri, bukan oleh masyarakat desa yang umumnya tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari. Pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo saat peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih, yang kemudian dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden. Inti dari klarifikasi Purbaya adalah untuk meluruskan persepsi publik bahwa pernyataan Presiden Prabowo bukanlah bentuk ketidaktahuan mengenai isu ekonomi, melainkan sebuah upaya pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat pedesaan.











