Menkeu Purbaya Bongkar Sabotase Internal dan Pastikan Kas Negara Aman

Budi Santoso

Menkeu Purbaya Bongkar Sabotase Internal dan Pastikan Kas Negara Aman

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan mengungkap adanya upaya penjegalan dari oknum internal di lingkungan Kementerian Keuangan yang mencoba menghalangi dirinya berinteraksi langsung dengan para investor global. Dalam pernyataannya di Gedung BPPK, Jakarta, Purbaya membeberkan bahwa terdapat narasi negatif yang sengaja dibangun untuk merusak reputasinya di mata pelaku pasar. Ia dituding sebagai sosok menteri yang tertutup, bahkan muncul isu miring yang menyebut dirinya tidak cakap dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Upaya isolasi ini dilakukan dengan dalih bahwa kehadiran Purbaya dalam pertemuan strategis justru akan mengacaukan rencana investasi yang sedang disusun oleh tim kementerian.

Selain menghadapi tantangan komunikasi, Purbaya juga memberikan klarifikasi tegas mengenai misinformasi fatal terkait kondisi keuangan negara. Sebelumnya, sempat beredar kabar yang menyebutkan bahwa posisi kas negara hanya tersisa Rp 120 triliun dan hanya mampu mencukupi kebutuhan belanja pemerintah selama dua pekan ke depan. Purbaya menegaskan bahwa informasi tersebut sangat menyesatkan dan berpotensi meruntuhkan kredibilitas pemerintah di mata internasional. Ia menjelaskan bahwa angka Rp 120 triliun tersebut hanyalah sebagian dari dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang diparkir di Bank Indonesia (BI).

Secara total, Indonesia memiliki dana SAL mencapai Rp 420 triliun. Purbaya merinci bahwa Rp 300 triliun dari total dana tersebut ditempatkan di sektor perbankan dalam bentuk deposito on call. Sifat instrumen ini sangat likuid, sehingga dana dapat ditarik sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk memperkuat likuiditas negara. Dengan cadangan dana yang masih sangat besar, ia memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam kondisi yang sangat sehat dan aman. Masyarakat diminta untuk tetap tenang karena pemerintah memiliki bantalan fiskal yang memadai untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Pemerintah Tambah Kuota Magang Nasional 2026, Uang Saku Setara UMP

Sebagai langkah konkret untuk membenahi internal kementerian dan memastikan alur informasi kembali akurat, Purbaya melakukan perombakan besar pada jajaran pejabat eselon I. Ia secara resmi mencopot dua direktur jenderal (Dirjen) kunci, yakni Luky Alfirman dari posisi Dirjen Anggaran serta Febrio Nathan Kacaribu dari posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. Langkah berani ini diambil untuk merapikan birokrasi dan menghilangkan faksi-faksi yang dinilai menghambat transparansi serta kinerja Bendahara Negara. Purbaya berkomitmen untuk terus menjaga kredibilitas institusi dan memastikan kebijakan fiskal berjalan tanpa gangguan dari pihak-pihak yang memiliki agenda terselubung.

Also Read

Tinggalkan komentar