
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merayakan Idul Adha 1447 H dengan khidmat bersama jajarannya di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta. Pagi itu, beliau tidak hanya menunaikan ibadah salat, tetapi juga menyerahkan seekor sapi kurban jenis simental cross dengan bobot luar biasa, mencapai 868 kilogram. Momen ini menjadi penegasan komitmen beliau dalam menjalankan syariat Islam, sekaligus menunjukkan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.
Purbaya mengungkapkan bahwa pada Idul Adha tahun ini, beliau berkurban dua ekor sapi. Seekor sapi berbobot 868 kilogram diserahkan di lingkungan DJP, sementara sapi kurban lainnya yang dikurbankan di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan, dikabarkan memiliki bobot yang lebih fantastis, bahkan melebihi satu ton. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dengan senyum khasnya usai acara penyerahan hewan kurban di Jakarta Pusat pada Rabu (27/5/2026), menunjukkan keleluasaan dan semangat berbagi yang beliau miliki.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai sumber pendanaan untuk hewan kurban tersebut, Purbaya dengan lugas memastikan bahwa seluruhnya berasal dari dana pribadi. Beliau bahkan menambahkan dengan nada jenaka bahwa dana tersebut merupakan sisa dari dana yang telah disiapkan untuk menunaikan ibadah haji. Seperti diketahui, Purbaya sempat dijadwalkan untuk berangkat haji pada 21 Mei lalu, namun karena suatu hal, beliau memutuskan untuk menunda keberangkatannya pada tahun ini.
"Dana pribadi lah, dana pribadi. Kan lumayan tuh ada bonus terus kan nggak jadi haji. Uangnya ngumpul, ya habisin lah di sini," ujar Purbaya, sembari tersenyum. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa beliau memiliki pengelolaan keuangan pribadi yang baik dan mampu memanfaatkan dana yang ada untuk kegiatan yang bernilai ibadah dan sosial. Keputusannya untuk mengalihkan dana haji yang tidak terpakai untuk kurban menunjukkan kebijaksanaan dan kesadaran akan pentingnya berbagi rezeki, terutama di momen Idul Adha.
Pengorbanan sapi berbobot fantastis ini tidak hanya menjadi simbol ketaatan beragama, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan di tengah masyarakat. Kehadiran Menteri Keuangan dalam kegiatan ibadah kurban ini juga memberikan pesan kuat mengenai pentingnya nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang harus dipegang teguh oleh para pemimpin bangsa. Semangat berbagi dan ketaatan beribadah yang ditunjukkan oleh Purbaya Yudhi Sadewa patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam memaknai Idul Adha sebagai momen refleksi diri dan peningkatan solidaritas sosial.











